Beranda - ADVERTORIAL - Singkronisasi, DPRD Padang Gelar Workshop dan Studi Banding
Wahyu Iramana Putra bersama Kabag Humas DPRD Padang Hermanto dan Kabag Humas DPRD Kota Bandung Jaja Nurjaman
Wahyu Iramana Putra bersama Kabag Humas DPRD Padang Hermanto dan Kabag Humas DPRD Kota Bandung Jaja Nurjaman

Singkronisasi, DPRD Padang Gelar Workshop dan Studi Banding

Print Friendly

Kunjungi DPRD Kota Bandung

Melanjutkan rangkaian kegiatan Workshop, Kehumasan DPRD Kota Padang dan FWP melakukan studi banding dengan berkunjungan ke Kota Bandung atau Kota yang akrab disebut sebagai Kota Kembang.

Studi banding selama lima hari ini, tujuannya ke DPRD Kota Bandung, Pemko Bandung, dan PWI Jawa Barat (jabar). Tujuan utama dari Study banding ini untuk meningkatkan kopetensi Kehumasan DPRD Kota Padang dan jurnalis yang bertugas di DPRD Kota Padang.

Pertemuan di DPRD Kota Bandung
Pertemuan di DPRD Kota Bandung

Sehingga, kopetensi yang telah didapat oleh Humas DPRD Kota Padang dan Pers, diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya terutama dalam menyokong tugas dan fungsi kedewanan di DPRD Kota Padang.

Kunjungan Pertama Kehumasan DPRD Kota Padang dan FWP ke DPRD Kota Bandung. Rombongan dari Sumbar disambut oleh Kabag Umum DPRD Kota Bandung, Jaja Nurjaman beserta stafnya.

Wakil Ketua DPRD Padang, Wahyu Iramana Putra menyampaikan maksud dari kunjungan tersebut. Katanya, Studi Banding ini selain untuk mengetahui seperti apa yang dilakukan Sekretariat dan Kehumasan DPRD Lota Bandung dalam membangun kemitraan dengan pers, juga ingin melihat perkembangan pembangunan Kota Bandung yang semakin pesat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak terlepas dengan control yang dilakukan DPRD dan pers. Karena itu, kemitraan antara lembaga DPRD dan pers merupakan suatu upaya kontrol terhadap pemerintahan daerah.

DPRD punya satu titik kemitraan dengan pers yakni pada fungsi kontrol terhadap pemerintah daerah. Hubungan antara DPRD dan pers itu bersifat sejajar dan masing-masingnya punya tanggung jawab berbeda, namun berhubungan secara fungsional satu sama lain.

Menurutnya, salah satu fungsi DPRD ialah mengontrol jalannya pemerintahan, demikian pula pers yakni melakukan kontrol sosial. “ Keberhasilan pembangunan daerah tentu tidak terlepas dari control yang dilakukan DPRD dan pers,” jelasnya.

Berpose di depan Kantor DPRD Kota Padang
Berpose di depan Kantor DPRD Kota Padang

Selain itu, Wahyu juga menyampaikan kekagumannya dengan kemajuan di Kota Bandung. Dia berharap, study banding ini akan memberikan kontribusi besar dalam upaya membangun Kota padang ke depan. “Penataan Kota Bandung sangat rapi dan indah mulai dari taman, pohon-pohon yang ada ditepi jalan cukup rindang hingga kebersihan kotanya terjaga,” ungkap Wahyu.

Wahyu juga membandingkan PAD Kota Padang dan Bandung sangat berbeda dan Padang sedikit tertinggal. “Penduduk Kota Padang lebih dari 2,5 juta jiwa dengan luas wilayah 695 KM persegi, tapi PAD nya hanya 2,3 Triliun, sementara Kota Bandung luasnya hanya 167 KM persegi namun PAD nya lebih. Kami ingin melihat bagaimana cara pengelolaan Kota Bandung hingga PAD nya bisa meningkat,” sebutnya.

Kabag Humas DPRD Kota Bandung Jaja Nurjaman menjelaskan, dalam hal membangun kemitraan dengan Pers, pihaknya tidak ada perlakuan khusus. Hal ini dikarenakan ada keterbatasan dalam aturan. Meski demikian, selama ini pihaknya juga selalu berupaya meningkatkan kerja sama dengan media.

Untuk pengelolaan Kota. Semua kegiatan disesuaikan dengan aturan dan perda yang berlaku. Seperti pedagang tidak diperbolehkan berjualan di sembarang tempat. Pemda juga mempersiapkan fasilitas berjualan seperti pasar, dan lokasi wisata alam maupun kuliner.

Selain itu, Pemko Kota Bandung juga selalu memanfaatkan kemajuan teknologi dan media sosial atau medsos seperti facebook, twitter ataupun whatsapp, dalam hal promosi. Sehingga perkembangun pembangunan di Kota Bandung dengan mudah bisa diketahui secara luas.

Berikutnya>>> Pemko Bandung

Sebelumnya [ 1 ]   [ 2 ]   [ 3 ]   [ 4 ]   Selanjutnya

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Ubah Paradigma Lama, Palito Nyalo Buat Terobosan

Spiritsumbar.com, Padang – Kelompok seni dan budaya di kota padang digerus perkembangan seni dan budaya ...