Selasa , 11 Desember 2018
Beranda - Pariwisata - Destinasi - Silokek Eco Edutourism Berbasis Kearifan Lokal
Riyon
Riyon

Silokek Eco Edutourism Berbasis Kearifan Lokal

Print Friendly, PDF & Email

Oleh Riyon.

Baru-baru ini, Wakil Bupati Sijunjung H. Arrival Boy, SH dan pejabat dari OPD terkait turun ke obyek wisata Muaro Silokek dan Durian Gadang (Musiduga). Adapun tujuannya, bagaimana kedepan daerah Silokek itu dikemas dalam Pengembangan Ekowisata Berbasis Kearifan.

Pada hari Selasa (13/2) salah seorang pejabat yang mengurusi masalah hutan dari Dinas Kehutanan Prov Sumatera Barat, Jhonevis, SP, MM didampingi Kepala UPT/ KPHL Dinas Kehutanan Wilayah 5 Prov Sumbar, Terra Dharma, S.Hut. Kedua pejabat ini sangat takjub degan view Silokek dan gagasan kedepan akan dikembangkan Ekowisata Berbasis Kearifan dan Sustainable Development”.
Artikel Lainnya

loading…


Menurut Terra Dharma, ke depan Dishut Prov Sumatrera Barat akan membuat Master Plan Ekowisata Silokek bekerjasama dengan Pemda Kab. Sijunjung. Yang utama sekali kami harus melakukan survei lapangan mengidentifikasi segala macam yang ada di daerah Silokek dan sekitarnya tentang “Flora dan Fauna”.

Kajian dilapangan untuk kedepan perlunya area parkir menuju Destinasi Wisata Alam Silokek, termasuk perlunya kalau mengkinkan pelebaran sarana dan prasaana jalan, kalau mobil berpapasan sangat susah, salah satu harus mengalah dan perlu termujudnya MCK, mudah-mudahan semua ini masuk dalam Master Plan Pegembangan Silokek Eco Edutourism syarat dengan kegiatan pakewisata. Apalagi di pinggiran sungai Baang Kuantan obyek wisata Silokek akan terwujud pembangunan rel kereta api menuju Logas Prov Riau Mudah-mudahan program ini akan berjalan lancar dan pada pegembangan Silokek tetap mengacu Master Plan Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan.Silokek bagaikan mutiara yang samar-samar masih terpendam dalam lumpur. Bagaimana kita angkat mutiara tersebut agar bersinar dan berkilauan.

Berbicara masalah ekowisata memang pada 1987  Hector Ceballos-Lascurian kemukakan “Ekoturisme, wisata ekologi adalah wisata alam atau pariwisata ekologis, adalah suatu perjalanan ketempat-tempat yang alam yang relatif masih belum terganggu/terkontaminasi, dengan ujuan untuk mempelajari, mengagumi dan menikmati pemandangan alam, tumbuh tumbuhan dan satwa liar termasuk bentuk-bentuk menifestasi budaya masyarakat yang ada baik masa lampau dan masa kini”. Apa yang dekemukakan Hector Cabellos Lascurian  disempurnakan oleh The International Ecotorism Sosety (TIES) sekitar tahun 1990 pengejawantahan  adalah :”Ekowisata adalah perjalanan yang bertanggngjawab ketempat-tempat yang alami/natural degan menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatan kesejahteraan penduduk setempat”. Dengan adanya pengembangan ekowisata dan lahirlah Destinasi-Destinasi Wisata Alam Unggulam, setidaknya pola kehidupan masyarakat lambat laun akan berubah dalam sosial ekonominya.

Untuk lebih ekslusifnya dalam perencanaan masterplan, jangan dilupakan jalur wisata, seperti arahnya menuju suatu Goa/Ngalau didaerah perbukitan kars, baik mulai dari soft Trekking sampai yang bersifat adventurir Jugle Trekking.

Pemahaman ekowisata dimana suatu daerah dijadikan destinasi wisata alam, utama dan terutama sekali pencerahan terhadap masyarakat faedah da manfaat hadirnya ekowisata, tokoh masyarakat dan para ninik mamaknya sangat mendungung program ini. Andai kata pengelolaannya obyek wisata dengan destinasi wisata alam itu oleh kelompok masyarakat sadar wisata. Tentu dalam kepengurusan Pok Darwis ini harus diberikan training pembekalan baik sistim menejemen keuangan dan marketing. Dalam rancanan tatangan pada obyek wisata harus ada regulasi dari pemerintah yang paling bawah yaitu Peraturan Desa yang menyangkut segala aturan dan etika memasuki kawasan destinasi wisata alam, kalau di Sumbar bisa jadi tuangkan dahulu pernak untuk ekowisata, hal itu setelah pengembangan berkelanjutan ekowisata tersebut sudah bejalan sudah dikunjungi oleh wisata domisik maupun non domistik.

Salah satu tujuan mennjelmakan ekowisata difinisinya: melestarikan alam dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Karena kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat terbentang luas, dengan berbagai keeksotisan dan esthetika, oleh Tuhan YME, adalah suatu anugerah yang berkah bagi manusia Keberadaan dari berkaholehNya tadi tidak hanya sekedar dinkmati oleh manusia tetapi memiliki peranan penting untuk mendukung keberlangsungan manusa. Karena SDA merupakan sumber kehidupan, kalau alam itu rusak terdegradasi didalamnya ada hutan yang sudah desforstasi akan terjadi tidak ada keseimbangannya ekosistim.

Pengembangan ekowisaa adalah salah satu daya manfaat yang dapat atau dieperoleh dari lingkungan /ekosistem yang lebih dikenal ”Jasa Lingkungan”

Jasa Lingkungan apa siih itu?. Adalah manfaat yang disediakan oleh alam yang dapat digunakan oleh masyarakat. Adapun Jasa Lingkungan termasuk didalamnya banyak hal: konservasi keanekaragaman hayati, pertanian, perkebunan, suplai air, manfaat produk hutan non kayu, seperti manau, rotan, lebah hutan, damar cengar dsbgnya, adat-istiadat keindahan obyek wisata alam.

Marilah kita berfikir sejenak, begitu besarnya nikmat dan karunia yang diberikan oleh Tuhan YME kepada segala umat kehidupan, pengelolaannya harus didasari rasa keadilan dan dengan adil pula serta bijak dalam memberikan keuntungan ekonomi serta mengekplotasi alam secara bertaggung jawab dan kearifan.

Kita kembali kepada hadirnya ekowisata daerah, karena di NKRI ini sebagai megabiodiversity bahkan nomor dua didunia. Setiap daerah baik kabupaen/Kota punya bentang alam yang variasi pesona, baik kawasan hutan, kawasan pantai. Kalau bentang alamnya daerah tersebut banyak perbukitan/pengunungan tidak punya pantai, kita akan fokus kepada ekowisata alam. Salah satunya daerah di Sumatera Barat adalah Kab. Sijunjung, banyak pesona wisata alam belum dijajaki oleh”Jejak Petualang” baik masalah kawasan hutan dengan alamnya maupun darerah perbukitan kars yang banyak goa/ngalau. Hal ini perlu diedentifikasi, pesona lama yang keberadaannya dipedalaman kawasan hutan. Bahkan ada 2 air terjun dikawasan hutan antara Nagai Paru dan Nagari Durian Gadang Ke. Sijunjung yang sangat luar biasa indahnya dengan ketinggian diatas 150 meter, sayangnya belum ada bnamanya, akses ke lokasi air terjunpun masih jalan setapak ditegah hutan.

Untuk wisata air kita bisa kembangkan arung jeram dengan kayak dan sejenisnya di Batang Kuantan start bisa dari Jembaan Tapuih Jorong Silukah Kec Sijunjung dan vinisnya nanti di daerah Pintu Batu panoramanya sangat luar biasa.Keuntungan dari lokasi disini air sungai Batang Kuantan baik musim kemarau apa lagi penghujan dibet airnya masih besar. Namun kalau dari daerah empangan Nagari Muaro, ketika musim kemarau sangat sulit untuk arung jeram. Pasalnya dibet airnya menyusut drastis.

Semoga saja wacana pengembangan ekowisata berbasis ekearifan (Silokek  Edu Turisim) pengayakan sarana prasarana rancangan pembuatan master plan antara Dinas Kehutana Prov. Sumbar dengan Pemda Kab. Sijunjung tertuang dalam MOu dan bisa terealisasi 2018 ini. Ketika dalam pembahasan pembatan master plan tentu harus jangan dikesampingkan masukan dari elemen masyarakat /kelompok pelaku penyelamat lingkungan.

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Penyempurnaan Data, Jumlah Pemilih Bertambah

SPIRITSUMBAR.com – Komisi Pamilihan Umum (KPUD) Dharmasraya, gelar Rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan penyempurnaan daftar ...