Beranda - Pariwisata - Event - Setelah 32 Tahun, Padang Panjang Dipercaya Jadi Tuan Rumah MTQ Sumbar
penyerahan bendera MTQ ke Padang Panjang (foto Yetti Harni)
penyerahan bendera MTQ ke Padang Panjang (foto Yetti Harni)

Setelah 32 Tahun, Padang Panjang Dipercaya Jadi Tuan Rumah MTQ Sumbar

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Kota Padang Panjang dapat kepercayaan jadi tuan rumah pelaksana Musyabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi Sumatera Barat (MTQ Sumbar) ke-39 tahun 2021 datang. Itulah berita menarik dari arena MTQ Sumbar ke-38 tahun 2019 di Kota Solok, yang berakhir Jumat (21/6/2019), di samping hasil MTQ itu sendiri.

Jika terwujud, itu bakal yang kedua kali dalam sejarah Kota Padang Panjang jadi tuan rumah MTQ tingkat Sumbar. Yang pertama terjadi pada 1987, tahun ke-4 era kepemimpinan Walikota ke-10 Padang Panjang, Drs.Asril Saman. MTQ Sumbar pada 1987 itu dipusatkan di Gelanggang Bancahlaweh (GOR Chatib Sulaiman kini).

Penegasan Kota Padang Panjang ditunjuk jadi pelaksana MTQ Sumbar ke-39/2021 itu bukan saja diumumkan oleh protokol pada acara penutupan tersebut. Tapi sekaligus ditandai dengan penyerahan bendera MTQ Sumbar oleh Gubernur Irwan Prayitno kepada Walikota Padang Panjang yang diwakili oleh Plt.Asisten-I Setdako, Maiharman.



Di Padang Panjang, kota yang dikukuhkan berjuluk/berindentitas Kota Serambi Mekah lewat sidang istimewa DPRD pada 1990 itu, berita penunjukan jadi pelaksana MTQ Sumbar ke-39/2021 tadi terlihat disambut antusias. Berita itu mulai jadi buah bibir di kalangan jamaah masjid, bahkan di pasar dan kedai kopi.

loading…


Sebab, MTQ Sumbar ke-39 tahun 2021 itu akan berpotensi melahirkan multiplier effect. Di antaranya, pertama, jadi wadah promosi berbagai perkembangan Kota Padang Panjang, seperti pasar pusat yang cukup moderen, Islamic Centre, Rusunawa, video tron, sektor pariwisata, di samping perkembangan sektor pendidikan agama/umumnya.

Berikut, seperti biasa, pada event religi MTQ Sumbar itu ribuan orang akan datang ke Padang Panjang. Mereka itu, terutama kafilah dari 19 kota/kabupaten, keluarga/famili anggota kafilah, pejabat dan pihak terkait lainnya. Rupiah akan mengalir di kota ini lewat transaksi terhadap usaha ekonomi, terutama kuliner, transportasi, penginapan dan produk kerajinan.

Terkait hasil perjuangan di MTQ Sumbar ke-38/2019, kafilah Padang Panjang berada pada peringkat ke 11. Di segi lolos ke final terjadi peningkata. Sebab, jika pada MTQ Sumbar ke-37/2017  yang lolos ke final 6 orang, pada MTQ Sumbar ke-38/2019 tercatat 10  finalis. Namun hasil akhirnya yang beruntung baru meraih 2 medali emas, dan 8 medali perunggu. Ini turun dibanding MTQ sebelumnya , dimana  Padang Panjang yang   berada di posisi 8 meraih 3 medali emas  dan 3 medali lainnya.

Dua orang peraih medali emas  MTQ ke 38/2019 terdiri, Abdul Fikri di cabang bergengsi Qiraat Quran Mujawwad putra, dan Afrianto di cabang Kitab standar putra. Yang juga sangat menarik, Abdul Fikri didaulat sebagai pembaca Quran pada acara penutupan MTQ Sumbar ke-38/2019, yang resmi ditutup oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

Ini dia para peraih  medali bagi kota Serambi Mekah  itu . Emas /Juara-I, Abdul Fikri Juara-I ( Qiraat Quran Mujawwad putra) dan  Afrianto  ( kitab standar putra) . Peraih medali perunggu /Juara-III masing masing,  Gilang Nadiel Fahrez ( Hifzil 1 juz non tilawah putra), Akhlakqul Karimah (Hifzil 5 juz dan Tilawah putrid)

Selanjutnya, Hafzan Fuad (Tafsir Bahasa Arab putra), Hallimu Latif Fajar( Khat hiasan putra), Lisa Fauziah(Fahmil Quran), Ikang Fauzi (Cabang Tilawah dewasa putra),  Syukri Hamdi( tartil umum) serta Mardhatillah di cabang tartil umum.



Sebelumnya,  saat pelepasan 115 orang  kafilah  terdiri dari 61 orang peserta, 35 orang official, dan 19 orang pelatih itu,  Walikota Fadly Amran  menjanjikan bonus bagi kafilah yang   berhasil meraih prestasi di MTQ Sumbar ke-38/2019. Tapi, berapa nilai bonusnya, belum dirinci Fadly. (Yetti Harni).

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

HBA, Kajari Sijunjung Potong Tumpeng

SPIRITSUMBAR.com, Sijunjung -Peringatan Hari Bakti Adhiyaksa ke 59 Tahun 2019 yang dipusatkan di halaman Kantor ...