Beranda - Berita Pilihan - Sedekah Tersembunyi

Sedekah Tersembunyi

Print Friendly, PDF & Email

Seorang lelaki masuk ke toko buah “Berapa harga pisang dan apel sekilo ? ”

Penjual: ” Pisang sekilo Rp 15 ribu, kalo apel sekilo Rp 50 ribu”

Tidak lama kemudian seorang Ibu yang sudah kenal dengan si penjual masuk kedalam toko.

Ibu : Berapa harga satu kilo pisang dan apel ?

Penjual : Pisang Rp 5 ribu sekilo, kalau apel Rp 20 ribu sekilo

Ibu : Alhamdulillah…

Merasa di curangi, lelaki tadi mendekati penjual dengan mata yang memerah karena marah. Namun, saat akan mengomel, tetapi si penjual segera memberi isyarat mata dan berkata padanya: ” tunggu saya sebentar “*

Kemudian si penjual memberikan kepada si Ibu tersebut 1 kg pisang dan 1 kg apel dengan total harga Rp 25 ribu.

Ibu itu pergi dengan gembira dan berkata : ” Alhamdulillah terimakasih Ya Allah… anak-anakku akan bisa makan buah”

Setelah Ibu tsb pergi, si penjual meminta maaf pada pembeli lelaki tadi dan berkata: ” Demi Allah, aku tidak mencurangimu.Tetapi Ibu itu mempunyai empat anak yatim namun dia selalu menolak bantuan apapun dari orang lain, setiapkali aku ingin membantunya pasti dia menolak.

Saya berfikir keras bagaimana caranya saya bisa menolongnya tanpa membuat dia merasa malu. Aku tidak menemukan cara selain ini, yaitu dengan mengurangi harga untuknya.

Aku ingin dia tetap merasa tidak membutuhkan bantuanku dan aku juga ingin berniaga dengan Allah dan menyenangkan hati mereka.

Ibu itu datang kemari seminggu sekali. Demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya, setiap kali Ibu itu membeli buah dariku,. Hari itu aku selalu mendapatkan untung berlipat-lipat dan mendapatkan Rizqi dari jalan yang tak kusangka!”

Seketika itu lelaki pembeli tadi meneteskan air mata dan segera mencium tangan mulia si penjual.

“”Sungguh dalam menolong kebutuhan orang lain, ada kelezatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah melakukannya”

“Pancinglah turunnya Rizqi dengan cara bersedekah…!”

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Camat Koto Baru Bersama Polisi Cek Kendaraan Kepala Jorong

SPIRITSUMBAR.com – Salah satu tugas pemerintahan adalah memelihara dan mengelola aset daerah. Itulah yang dicoba ...