Beranda - Headline - SDN 22 Taluak, Rindang Berbuah Tenang
Kepsek SDN 22 Taluak Ujung Batu Batang Kapas, melihatkan taman-taman mini yang rindang di teras sekolah bersama operator – Foto: Niko/Spirit Sumbar
Kepsek SDN 22 Taluak Ujung Batu Batang Kapas, melihatkan taman-taman mini yang rindang di teras sekolah bersama operator – Foto: Niko/Spirit Sumbar

SDN 22 Taluak, Rindang Berbuah Tenang

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Dulu Gersang Sekarang Rindang! demikian padanan kata yang selaras tentang perubahan Sekolah Dasar Negeri 22 Taluak Ujung Batu, Batang Kapas, Kabupaten Pesisisr Selatan.

Yetti Elvina selaku kepala sekolah tersebut mengungkapkan pengembangan penghijauan sekolah. Dengan membangun taman-taman mini di depan teras sekolah merupakan upaya agar pancaran keindahan serta tatanan kerapian bisa memberikan suatu warna baru yang dapat menghidupkan semangat bagi yang memandang.

Taman – taman mini berderetan di sepanjang tepi lingkungan sekolah, katanya, terdiri dari banyak ragam bunga atau pepohonan. Sehingga dengan hiasan-hiasan bunga itu bisa menumbuh kembangkan motivasi siswa dan guru lebih mencintai lingkungan dalam nuansa penghijauan. Ada banyak jenis bunga dan tanaman yang ditanam dan rawat di taman-taman mini sekolah ini. Seperti, bunga mawar, brokoli, melati, bayam, puding, tapak leman, wali songo, putri salju, bougenvil. Serta pohon-pohon pelindung sebagai pelengkap indahnya suasana.

“Selain itu, dengan kondisi yang kita bina saat ini, berharap, siswa-siswi maupun guru di sekolah lebih memiliki rasa kepekaan untuk mencintai lingkungan hijau,” jelas Yetti Elvina di kantornya, Jumat, (/22/1/2016).

Lebih lanjut, terang Yetti elvina, kerindangan sekolah bernuansa hijau sekarang tidak datang dengan spontanitas. Namun berawal dari niatnya bersama majelis guru. Agar mampu membawa perubahan dari sebelumnya, yang sering ia sebut dahulu gersang sekarang rindang.

“Butuh waktu enam bulan untuk melihat kondisi lingkungan hijau yang telah nyata di SDN 22 saat sekarang. Sebelumnya, saya dengan majelis guru melakukan kerjasama bagaimana dengan penanaman ragam bunga itu bisa dirawat dan dijaga demi keindahan dan kerapian lingkungan,” tegasnya.

Dia berharap kepada warga sekitar ataupun masyarakat setempat, murid dan guru mampu untuk menjaga kelestarian taman-taman sekolah. Sebab, jika tidak didasari rasa saling menjaga maka usaha dan upaya yang telah dilakukan sejak April 2015 lalu akan menjadi sia-sia saja.

Nilai tambah bagi setiap sekolah, jika seluruh lingkungan lembaga pendidikan menerapkan sistem lingkungan hijau dengan sungguh-sungguh, dan, alangkah indahnya suasana lingkungan aman , sehat dan bersih (ASRI) akan membuat pandangan mata lebih jernih.

NIKO

Versi cetak, baca: The Public (terbit setiap Senin)

Cover The Public
Cover The Public

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Momentum Harkitnas, Saatnya Kembali Bersatu

SPIRITSUMBAR.com – Lembaga  Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat melaksanakan upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ...