Beranda - Pendidikan - Kampus - SDN 06 Anakan, Berbenah Menuju Adiwiyata
Indra Yatmen - Foto: Niko/Spirit Sumbar
Indra Yatmen - Foto: Niko/Spirit Sumbar

SDN 06 Anakan, Berbenah Menuju Adiwiyata

Print Friendly, PDF & Email




Sprit Sumbar – Sekolah Dasar Negeri 06 Anakan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan. Saat ini tengah berbenah lingkungan untuk masuk kategori lembaga pendidikan yang peduli dan berbudaya lingkungan (Adiwiyata).

“Peduli dan berbudaya lingkungan, inilah yang dinamakan sekolah berbasis Adiwiyata. Pada praktiknya, upaya lembaga pendidikan mampu memberikan pengetahuan pada peserta didik tentang pentingnya hidup bersih dan sehat. Melalui pengelolaan lingkungan hidup di tempat sekitar,” ujar Indra Yatmen, selaku pemimpin SDN 06 Anakan, Batang Kapas.

Dia menambahkan, kebersihan adalah lambang estetika kehidupan. Kebersihan bukan hanya sekedar menyuguhkan pemandangan menyejukkan mata. Namun, juga berdampak positif terhadap emosi bahkan pikiran.

Sementara itu, Program adiwiyata yang telah disepakati oleh empat kementerian RI (Kementerian; Lingkungan Hidup, Pendidikan Nasional, Dalam Negeri dan Kementerian Agama) pada 19 februari 2004 lalu, kini berhasil memacu semangat sekolah-sekolah di kabupaten/kota untuk terus mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan yang berbudaya.

Namun untuk mencapai julukan sekolah adiwiyata, kata yatmen, banyak hal yang harus dibenahi. “Kini, sekolah kami sedang gencar membangun taman-taman mini serta menanami pohon-pohon rindang. Supaya dapat Memberdayakan lingkungan sekolah menjadi hijau. Untuk itu, masih banyak hal yang seharus nya kami lakukan bersama warga sekolah untuk masuk predikat adiwiyata tersebut” ujarnya.

Untuk menambah keindahan, sambung yatmen, ia juga berinisiatif membeli pohon pelindung agar lingkungan sekolah menjadi sehat dan nyaman. “Prediksi saya, ada sekitar 20 batang pohon pelindung yang akan kami upayakan penanamannya di sepanjang taman sekolah. 1 batang harganya Rp150 ribu. Secara berangsur dan tahap demi tahap peranan kegunaan BOS di optimalkan untuk merawat sekolah lebih indah, bersih dan sehat” terangnya.

Dalam rangka pembenahan, dikatakan Yatmen, semua penghuni sekolah juga dikerahkan untuk goro bersama membersihkan pekarangan. Baik di kelas maupun di luar kelas. Bahkan di sekitar pagar sekolah dan pekarangan belakang sekolah.

Karena menurutnya, usaha berbagai persiapan untuk ikut berpartisipasi dalam pemilihan sekolah adiwiyata beberapa waktu mendatang diperlukan kerja keras dan kesungguhan yang matang. Dengan melakukan segala macam pembenahan, yatmen berharap Sekolah nya mampu menyandang sekolah dengan program adiwiyata. “Untuk perkembangan menuju kemajuan, kami menerima masukan dari berbagai pihak demi menjadi sekolah yang memenuhi kualitas adiwiyata” pungkasnya.

NIKO

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

IKA Unand Rencana Buka Bersama Dengan 200 Anak Yatim

SPIRITSUMBAR.com  — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) rencananya akan melaksanakan ...