Beranda - Berita Pilihan - Sate Daging Babi, Pedagang dan Pemasok Main Mata

Sate Daging Babi, Pedagang dan Pemasok Main Mata

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Aparat gabungan Pemko Kota Padang berhasil mengamankan barang bukti puluhan tusuk daging sate dari warung sate KMS milik B di kawasan Bundaran Tugu Padang Area Simpang Haru, depan SMK 1 Padang, Sumatera Barat, Selasa (29/1/2019) sore.

Anehnya, upaya untuk membongkar kasus yang merusak filosofi Ada Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah ini sedikit terkendala. Isteri penjual sate E berupaya main mata dengan pemasok yang berinisial S, suku kaum minoritas di Sumbar ini.

Baca :

Heboh, Sate Daging Babi Beredar di Padang

Penjual Sate Daging Babi Diamankan

Aparat Amankan Pemasok Daging Babi Sate KMS

Setelah pengamanan barang bukti, petugas dari Tim Pemko Padang yang terdiri dari TNI-Polri menginterogasi pemilik sate KMS berinisial B bersama istri, E dan pemasok daging babi, S, di Kantor Dinas Perdagangan Kota Padang Jalan Khatib Sulaiman.

Dari hasil interogasi tersebut, isteri penjual sate, E mengakui kepada petugas baru dua kali membeli daging sebanyak 10 kg dengan harga 95 ribu/kg dari S. Dia mengaku tidak mengetahui bahwa daging yang dijual S tersebut merupakan daging babi.

Keterangan berbeda dikatakan S saat diinterogasi. Ia menjelaskan bahwa E sudah menjadi langganannya lebih kurang selama satu tahun. Dan S sendiri yang mengantarkan langsung daging babi yang ia jual ke rumah E dengan harga 40 ribu/kg.

S juga mengatakan, sebelum petugas dari Tim Pemko Padang mendatangi rumahnya untuk mencari daging babi yang ia jual, E  sudah terlebih dahulu mendatangi rumahnya. Dia menyuruh S agar menyembunyikan seluruh daging yang ada di rumahnya.

Dia juga menyuruh S untuk membeli daging sapi sebanyak 2 kg. Dan daging sapi tersebut yang dibawa S saat pemeriksaan oleh Tim Pemko Padang (Salih)

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pemkab Dharmasraya Gelar Mutasi di Idul Fitri

SPIRITSUMBAR.com – Setelah Pileg dan Pilpres kemudian melaksanakan hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 ...