Beranda - Headline - Sahabat Mila

Sahabat Mila

Print Friendly

Oleh Aulia Fitri Al Salih (Murid Kelas V SDN 35 Jembatan Babuai)

Pada suatu hari ada seorang anak yang bernama Laires anak ini anak orang kaya ia memiliki kelebihan yang banyak  sifat yang pintar, cantik, kulitnya yang putih. Lebih dari itu,  banyak lelaki yang suka padanya. Namun, karena memiliki banyak kelebihan itu, ia sangat sombong

Ada lagi, seorang anak yang bernama Indah. Dia anak orang yang sederhana dan hanya itu kelebihan yang dia miliki. Ada lagi yang bernama Mila atau biasa dipanggil Ila.

Mila ini anak orang miskin, namun mempunyai lumayan banyak kelebihan. Baik, sopan, rajin,dan penyapa. Tetapi anehnya jika ada orang yang pilih kasih Mila selalu menjebaknya/selalu membuat orang itu menyesal dan sadar atas perbuatanya.

Di sekolah waktu mengambil rapor selalu yang juara pertama Laires. Diikuti juara kedua Indah dan ketiga Amanda. Selanjutnya, keempat Rilwed, kelima, Wiko, keenam Melissa, ketujuh Miko dan kedelapan Radit, kesembilan Beliron dan sepuluh Meriwan.  Sedangkan Mila hanya menempati rangking ke 11. Walaupun begitu Mila tetap belajar dengan rajin.

Diwaktu mengambil rapor guru Mila bernama Bu Hana berkata pada orang tua Mila. “Anak ibu lemah dalam semua mata pelajaran. Karena anak ibu mungkin rabun jauh. Tetapi, ibu tidak perlu khawatir soal biaya karena sekolah yang akan membayarkan semuanya,” ujar Bu Hana.

Mendengar hal tersebut Mama Mila merasakan hal sama. “Iya bu, saya juga merasa begitu. Karena ia selalu mengatakan matanya sakit. Lalu saya hanya diam saja, karena tidak memiliki uang untuk membiayai itu, terima kasih buk karena sudah membiayai kaca mata itu,” ujar Mama Mila.

Saat Mila telah memakai kaca mata, ibu Mila berkata “kau harus mengubah nilai mu menjadi lebih baik,” ujarnya seakan memberi semangat.

Keesokan harinya Mila pergi sekolah,  namun dia ditertawakan oleh Laires, Indah, Miko, Rilwed dan yang lain. Malahan dia diberi gelar mata empat. Hanya Melissa yang tidak menertawakannya.

Malahan, hanya Melissa yang menyabarkan hati Mila. Sikap Melissa yang baik, hati Mila pun senang. Dia merasa bersyukur, memiliki teman seperti Melissa. Orangnya sangat penghiba dan memiliki hati nurani yang luar biasa

“Melissa, aku sangat senang memiliki teman seperti dirimu. Kau selalu sayang kepadaku tidak ada teman yang menyayangiku kecuali dirimu” ujar Mila

“Terima kasih telah memujiku, Mila aku mengaggapkau sudah sebagai adikku sendiri karena aku ingin punya adik. Dulu sebenarnya aku punya adik, tetapi meninggal karena aku menggendongnya. Saat itu, adikku baru berusia 2 bulan aku menggendongnya lalu aku terpeleset dan aku jatuh,” kata Melissa

”jadi kau ingin membunuhku? Seperti yang kau lakukan kepada adikmu?”tanya Mila “ya, pikiranmu tau  yang ingin aku lakukan Mila”ujar Melisa (Bersambung)

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Penemuan Sosok Mayat Gegerkan Warga Timpeh

Spiritsumbar.com, Timpeh – Warga Jorong Pinang Makmur Kanagarian Tabek Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, digegerkan dengan ada ...