Beranda - Berita Pilihan - Ribut KUA PPAS 2020, Anggota DPRD DKI dari PSI Bak Mimpi di Siang Hari
Gedung DPRD DKI Jakarta
Gedung DPRD DKI Jakarta

Ribut KUA PPAS 2020, Anggota DPRD DKI dari PSI Bak Mimpi di Siang Hari

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Jakarta – Ada ada saja tingkah Anggota DPRD DKI Fraksi PSI William Aditya Sarana yang membuka suara soal kejanggalan rencana anggaran DKI Jakarta 2020. Entah tidak tahu atau memang cari sensasi, terkait kejanggalan anggaran dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) DKI Jakarta 2020.

Sementara Lembaga pengawasan Ombudsman RI sebagaimana dilansir tribunnews, menyoroti sikap Anggota DPRD DKI Fraksi PSI William Aditya Sarana yang pertama kali buka suara soal kejanggalan rencana anggaran DKI Jakarta 2020.

Menurut Anggota ORI Adrianus Meliala, William sebagai salah satu anggota DPRD seharusnya ikut membereskan kejanggalan anggaran tersebut. Bukannya melempar kejanggalan tersebut ke publik hingga timbul ketidakpercayaan masyarakat. “Mereka (DPRD)-lah yang kemudian ribet nih, teriak-teriak. Jadi betul ketika suatu hal masih dalam situasi perbincangan kemudian dilepas ke publik memang secara etika itu juga salah sih menurut saya,” ujar Adrianus di Gedung ORI, Jakarta Selatan, Jumat (1/11/2019).



“Kenapa? Karena masih dalam pembahasan, kemudian ada anggota (DPRD) melepasnya, padahal dia sendiri punya ranah untuk itu, bisa teriak-teriak ya tanpa harus menceritakan ke publik,” imbuhnya.

Artikel Lainnya

loading…


William sendiri telah mendapat teguran dari Wakil Ketua Komisi A DPRD Inggard Joshua karena mengunggah rencana anggaran lem Aibon Rp82,8 miliar ke media sosialnya. Adrianus pun menyebut bahwa teguran dari pimpinan komisi tersebut merupakan hal wajar.”Jadi, kalau dilihat pendekatan etika lembaga, saya kira wajar kalau Ketua DPRD-nya menegur Anggota fraksi PSI itu secara etika kelembagaan,” kata dia

Terkait ulah William yang seperti mimpi disiang hari itu, mendapat teguran dari Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua. Dia menilai William tidak memiliki tata krama lantaran mengunggah rancangan KUA-PPAS ke media sosial. Padahal, rancangan KUA-PPAS itu belum dibahas di forum DPRD. “Sebagai anggota dewan kita perlu punya rasa harga diri dan punya tata krama dalam rangka menyampaikan aspirasi. Aspirasi itu boleh keluar setelah kita melakukan pembahasan, jangan sampai artinya kita belum melakukan pembahasan sudah ramai di koran,” ujar Inggard dalam rapat itu sebagaimana dilansir kompas.com, Kamis (31/10/2019).

Selanjutnya >>> Kejanggalan Anggaran Pemprov DKI, Fahira Idris : Bukan Yang Pertama

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

13 Rumah Dihantam Longsor di Tanjung Sani

SpiritSumbar com, Agam – Sedikitnya 13 unit rumah rusak akibat hujan deras dan tanah longsor ...