Beranda - Headline - Rekreasi Pemandian, Darat Ditinggal Laut Dikejar

Rekreasi Pemandian, Darat Ditinggal Laut Dikejar

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Objek wisata Ranah Minang bakal kembali jadi incaran dalam musim lebaran tahun ini. Berbagai objek wisata yang ada mulai berbenah demi meraup isi kantong para pelancong yang sebagian besar para perantau.

Menariknya, selama ini para perantau indentik memburu objek wisata alam dan pemandian. Mereka, bersama keluarga memburu beberapa objek wisata pemandian, seperti Water Boom, tapi sekarang telah mulai berpaling ke destinasi laut.

Hal ini terlihat dengan semakin ramainya para wisatawan lokal ini ke daerah pesisir atau pantai. Buruan utama mereka pun berbagai permainan di arena wisata bahari. Apalagi, kawasan laut menyajikan permainan lebih lengkap dibandingkan dengan arena rekreasi pemandian di darat. “Wisata laut atau bahari lebih memuaskan ketimbang di objek pemandian, karena lebih banyak pilihan. Kita bisa main aneka transportasi laut, seperti jet ski, donat, banana. Bahkan, wisata laut juga menyajikan perjalanan antar pulau,” ujar Anto salah seorang perantau yang selalu pulang kampung setiap lebaran saat dihubungi lewat selulernya, Minggu (12/6/2016).

Dia mengaku sebelumnya berekreasi setiap pulang kampung ke Padang Panjang dan Bukittinggi. Tapi dalam beberapa tahun belakangan tidak pernah lagi, lantaran selalu terjebak macet. “Kalau ke Padang Panjang mandi pada pemandian daerah tersebut. Tapi pemandian tersebut, mayoritas tidak ada inovasi,” ujarnya.

Hal sama dikatakan Andi yang juga berencana pulang kampung pada lebaran 2016 ini. Selain bersilaturrahmi ujarnya, juga menikmati keindahan alam yang ada di kampung halaman. “Kalau pemandian, lebih baguslah di Jakarta. Tapi, kita inginnya mengajak keluarga di Kampung untuk bermain di pantai. Cuma kita tentu berharap, tidak ada kemacetan, karena akan merugikan waktu dan biaya,” ujarnya sambil menyebutkan beberapa objek wisata pantai yang bakal dikunjungi.
DATUAK

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pembangunan Daerah (PPD) Peringkat I Kategori Perencanaan dan Pencapaian Tingkat Kabupaten

Tanah Datar Peringkat I PPD Tingkat Nasional

SPIRITSUMBAR.com – Sejarah besar ditorehkan Kabupaten Tanah Datar di awal bulan suci Ramadhan 1440 H. ...