Beranda - Pendidikan - Artikel - Registrasi Kartu SIM
Saribulih
Saribulih

Registrasi Kartu SIM

Print Friendly

Oleh: Saribulih

Begitu selesai berwuduk untuk mendirikan Shalat Subuh saya melihat ada 6 panggilan tak terjawab, di seluler,  Jumat (1/12/2017)

Penasaran dan menganggap bisa jadi informasi penting, saya coba kontak ulang, ke nomor 081262480022 yang sebelumnya menghubungi tersebut. Walau telah dihubungi beberapa kali, namun, nomor tersebut selalu bernada sibuk.

Tak lama berselang, nomor tersebu kembali melakukan panggilan. Dengan nada menangis sambil terisak dia bermohon untuk dibantu lantaran ditangkap polisi. Tapi, suaranya seperti sengaja dikurangjelaskan.
Artikel Lainnya

loading…


Berikutnya, dengan suara berat penelpon memperkenalkan diri sebagai polisi yang menangkap anak saya. “Apakah, bapak mengenalnya. Dia kami tangkap lantaran terlibat kasus narkoba,” ujarnya

“Dengan nada keras saya jawab, bagaimana saya mengenal orang yang bicara dengan suara menangis,” ujar saya

Namun, dia seakan berupaya dan menggiring saya agar membantu anak yang sudah hilang suaranya tersebut. Sampai akhirnya dia memutuskan telepon lantaran, saya tegaskan semua anak saya sedang berada di rumah.

Saat saya hubungi lagi, nomor itu selalu bernada seperti. Mereka, sepertinya berupaya mencari para korban lainnya.

Berbagai modus penipuan seakan menghiasi pemilik nomor seluler. Baik melalui telepon langsung maupun menggunakan pesan singkat. Kehidupan masyarakat tidak lagi nyaman, lantaran nomor pribadinya bisa dihubungi oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Belum lagi, pesan premium yang datang silih berganti. Tak terkecuali, pihak sales dari beragam barang dan jasa yang melakukan kerjasama dengan pihak perbankan, ikut mengganggu ketenangan pemilik kartu SIM.

Menyikapi hal ini Pemerintah telah mewajibkan pengguna ponsel untuk melakukan registrasi nomor kartu SIM. Yakni, dengan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) KTP dan nomor Kartu Keluarga (KK) mulai 31 Oktober 2017. Jika tidak melakukan registrasi, nomor ponsel Anda bakal diblokir.

Batas akhir registrasi ulang kartu SIM yang divalidasi dengan NIK KTP dan nomor KK ini adalah pada 28 Februari 2018. Hal ini berlaku bagi pelanggan operator seluler prabayar baru maupun lama.Penetapan ini diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi yang merupakan perubahan Permen Nomor 12 Tahun 2016.

Mestinya, pemerintah jangan hanya sekedar registrasi kartu SIM saja. Regulasi terhadap penggunaan kartu SIM juga penting. Agar para pengguna kartu SIM tidak dijadikan objek dari berbagai pihak tertentu. Mestinya, pemerintah juga mengatur tentang SMS Premium dan kerjasama seluler atau perbankan dengan pihak ketiga untuk mendapatkan nomor nasabahnya. Harus ada sanksi tegas, terhadap gangguan kenyamanan pemilik kartu SIM. Karena mereka beli kartu SIM bukan untuk dijadikan objek iklan atau rayuan sales.

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Penemuan Sosok Mayat Gegerkan Warga Timpeh

Spiritsumbar.com, Timpeh – Warga Jorong Pinang Makmur Kanagarian Tabek Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, digegerkan dengan ada ...