Beranda - Pariwisata - Destinasi - Ratusan Objek Wisata Tanah Datar Belum Tergarap
Bupati Tanah Datar gelar dialog interaktif

Ratusan Objek Wisata Tanah Datar Belum Tergarap

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Batusangkar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengelompokan potensi wisata menjadi empat zona, yakni Zona Pagaruyung, Puncak Pato, Singkarak dan Nagari Tuo Pariangan, yang secara bertahap akan dibenahi dan ditingkatkan infrastruktur pendukung, kualitas layanan maupun keamanannya guna meningkatkan kunjungan wisata ke Tanah Datar.

Hal ini disampaikan Bupati Irdinansyah Tarmizi didampingi Kadis Pariwisata Abdul Hakim, Kadis Kominfo Abrar, Kabag Humas dan Protokol Syahril  dihadapan Kepala Radio Republik Indonesia (RRI) Padang Enderiman Butar Butar, Kepala RRI Bukittinggi Harneti, serta pejabat jajaran RRI saat dialog interaktif Gema Daerah mengangkat tema Pesona Wisata Luhak Nan Tuo, Senin (27/8/2018) di Rumah Dinas Bupati komplek Indojolito Batusangkar.

Bupati Irdinansyah memaparkan potensi wisata di Tanah Datar dari segi wisata budaya, alam, sejarah dan kuliner. “Tanah Datar mempunyai lebih kurang 152 potensi wisata yang bisa di kembangkan dan bahkan sudah di kelola masyarakat ataupun pemerintah nagari, seperti Panorama Tabek Patah, Puncak Pato dan lainnya,” ujar Irdinansyah.

Apalagi, tambah Irdinansyah, selain berbagai langkah dan usaha peningkatan yang dilakukan, letak Tanah Datar di tengah wilayah Sumbar sudah menjadi keunggulan tersendiri, yakni relatif dekat untuk dikunjungi. “Kita terus menggenjot pariwisata unggulan yang selama ini telah menjadi daya tarik wisata untuk berkunjung ke Luhak Nan Tuo, disamping Istano Basa Pagaruyung, kita mempunyai event pacu jawi yang sudah terkenal juga sampai ke manca negara, Kincia Kamba Tigo di Balimbiang, Puncak Aua Sarumpun yang punya view tak kalah indahnya di Rambatan serta Pariangan Nagari Tuo sebagai salah satu desa terindah di dunia menurut majalah Budget Travel yang terus kita benahi dan lengkapi sarana prasana pendukungnya,” terang Bupati.

Di kesempatan selanjutnya menjawab pertanyaan Dedi masyarakat Lima Kaum yang menyampaikan pertanyaan tentang pengelolaan parkir di objek wisata Batu Batikam, Bupati Irdinansyah mengungkapkan Batu Batikam, Kubu Rajo, Batu Basurek dan beberapa potensi lainnya memang mempunyai kendala yang sama.

“Objek wisata Batu Batikam, prasasti kubu rajo terletak di pinggir jalan raya, sehingga tidak memungkinkan dikembangkan untuk penyediaan lahan parkir, namun kita akan mencoba mengajak, membina bahkan memberikan pengarahan kepada masyarakat di lokasi untuk memanfaatkan lahan yang ada untuk dikelola menjadi lahan parkir,” ujar Irdinansyah.

Kemudian Bupati Irdinansyah menyampaikan, saat ini dinas terkait sedang mengembangkan dan membangun sebuah aplikasi memanfaatkan IT untuk memberikan kemudahan bagi siapa saja yang membutuhkan informasi pariwisata di Tanah Datar. “Dinas Pariwisata sedang membuat aplikasi, dimana hanya dengan jari atau mengklik dimana dan kapan saja kita bisa tahu semua hal mengenai potensi wisata di Luhak Nan Tuo, sehingga diharapkan aplikasi ini bisa mempermudah para wisatawan yang berminat berkunjung ke daerah kita ini” katanya.

Sementara itu Kepala RRI Padang Enderiman menyampaikan, apresiasi atas perhatian Bupati terhadap perkembangan pariwisata. “Kita memang melihat Tanah Datar memiliki berbagai potensi wisata yang sangat menjanjikan dan bagus, namun tentu perlu juga dipromosikan dan diperkenalkan luas ke masyarakat. Dan RRI siap mendukung dan menjadi mitra Kabupaten dan Kota untuk hal itu,” pungkasnya.  (Dvd)

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Tanpa Industri, Ini Strategi Sumbar Menurunkan Angka Kemiskinan

SpiritSumbar.com – Sumatera Barat bukanlah daerah indutri padat karya, tidak ada indrustri yang berkembang baik ...