Beranda - Headline - Ratusan Masyarakat Pasbar Unjuk Rasa Minta PT Sago Nauli Ditutup

Ratusan Masyarakat Pasbar Unjuk Rasa Minta PT Sago Nauli Ditutup

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Sekitar 500 mahasiswa dan petani yang tergabung pada Zona Kreatif Masyarakat Pasaman Barat melakukan demontrasi ke kantor bupati , Massa ini menuntut agar PT Sago Nauli Pasaman (PT SNP) yang bergerak pada bidang perkebunan sawit ini mengembalikan hak lahan masyarakat dan menghentikan operasionalnya.

Mereka menilai perusahaan telah mengambil hak masyarakat berupa lahan perkebunan yang sebelumnya telah digarap oleh masyarakat. “Kami ingin PT Sago Nauli ditutup karena telah mengambil lahan yang bukan haknya. Kami sebagai pribumi dan warga setempat sudah dizholimi oleh perusahaan,” tegas koordinator aksi Arham Nasution saat menyampaikan orasinya di depan kantor bupati, Selasa, (15/9/2015).

Ia mengatakan sejak keberadaan perusahaan itu melaksnakan aktivitasnya gejolak sosial timbul ditengah masyarakat. Bahkan, sebagian lahan masyarakat telah diambil perusahaan untuk menanam kelapa sawit.

Menurutnya, fakta di lapangan pihak perusahaan memberikan ganti rugi tidak setimpal dengan yang diharapkan masyarakat. Kemudian konflik ditengah masyarakat juga harus segera dihentikan.

Kemudian dalam menyelesaikan persoalan, diharapkan kepada semua pihak terkait agar tidak ada kepentingan pribadi. Lalu jangan mengadili masyarakat dengan cara menggunakan peraturan-peraturan masyarakat secara otoriter. “Kami tidak mau terjadi aturan yang berlaku secara sah dibuat pihak kelompok dengan memutus tali kekeluargaan dengan yang tidak mau menyerahkan lahannya ke PT Sago Nauli Pasaman,” jelasnya.

Sejak kehadiran perusahaan kelapa sawit itu di Pasbar, masyarakat Jorong Tombang Padang terpecah belah. Warga lainnya, Marlis Matondang menyampaikan, massa ini berasal dari Kecamatan Ranah Batahan dan Koto Balingka. Kehadiran massa itu dikembalikan lahan masyarakat sesuai dengan haknya.

Persoalan yang ada masyarakat dipaksa untuk menyerahkan lahan kepada perusahaan dengan cara mengadu domba masyarakat setempat dengan memperalat pengurus kelompok perkebunan. Massa juga ingin agar supremasi hukum dijalankan dengan benar.

BUYUNG

Lebih lengkap, Baca : Tabloid The Public Edisi 40, Beredar Mulai Senin 21/09/2015

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Semen Padang saat menjamu Persela Lamongan

Semen Padang FC Kalahkan Skuat Nil Maizar

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Semen Padang kembali sukses meraih tiga poin setelah menaklukkan tamunya, Persela Lamongan ...