Beranda - Berita Pilihan - Rancangan RPJM Padang Panjang Ada 30 Renstra, Sebagian Masih Normatif
Sesudut wajah kota Padang Panjang dengan latar Bukit Tui di selatan kota yang menyimpan kekayaan deposit batu kapur. (foto yetti harni)
Sesudut wajah kota Padang Panjang dengan latar Bukit Tui di selatan kota yang menyimpan kekayaan deposit batu kapur. (foto yetti harni)

Rancangan RPJM Padang Panjang Ada 30 Renstra, Sebagian Masih Normatif

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Konsultasi publik atas Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2018-2023 Kota Padang Panjang berlansung di Balaikota setempat, Rabu (20/12/2018) sore.

Dari 31 rencana kegiatan strategis, sebagian belum tergambar bentuk kegiatannya, terkesan masih normatif. Waktu untuk mengkritisi pun terbatas.

Ke-31 rencana kegiatan strategis itu, seperti disampaikan oleh Kepala Bappeda Kota Padang Panjang, Sony Budaya Putra usai mendengar pidato pembukaan oleh Walikota Fadly Amran, terdiri Kota Anti korupsi, Rumah Wirausaha, alokasi dana pembangunan Rp 1-3 miliar/kelurahan, gelora Serambi Mekah, wisata rakyat/pacu kuda.

Berikut, koperasi syariah, bantuan rumah RTLH, sport centre, kota sayang Lansia, dokter warga, Padang Panjang bergoro, taman kreatif digital, guru/murid juara, ulama/tokoh adat masuk sekolah, the learning research centre (LRC), jaminan kesehatan masyarakat, smart bus,beasiswa miskin dan berprestasi, smart warung, revitalisasi rest area di Silaiangbawah.

Lainnya, gedung parkir, convention hall, landscape Islamic Centre, Pedestrian Pasar Pusat, trotoar ramah disabelitas, jalan lingkar selatan, ruang terbuka anak, bedah warung, dan Rusunawa. Di luar 30 item itu, ada satu rencana baru ditambahkan oleh Walikota Fadly, yakni penyediaan kantor penghubung Pemko di Jakarta.

Beberapa orang dosen dari Unand Padang, di antaran tanya Prof. Elfendry dan Dr. Masrizal di tengah waktu yang sangat terbatas sore itu, hanya sempat memberi masukan terhadap sebagian program. Mereka menilai, ke-31 program duet Wako/Wawako Fadly – Asrul di RA-RPJM 2019-2023 itu secara ide sangat bagus. Tapi itu perlu penajaman.

Terkait potensi industri batu kapur di kota itu, mereka bertanya apa produk turunannya yang bisa dikembangkan. Begitu juga dengan potensi usaha sapi perah. Kecuali itu, pada bagian lain, mereka memberi saran program alternatif, seperti membuat doble track di bidang pariwisata, memproduksi mie buatan lokal untuk produk makanan, dan lainnya.

Di luar itu, penanggap lain mengingatkan Pemko Padang Panjang akan masalah mendasar kota kecil 23 KM dengan penduduk 56.000 jiwa itu, yakni sisa lahan yang semakin minim. Sisa lahan itu tinggal sawah sekitar 529 Ha, kolam ikan 68 Ha, dan arial RTH sekitar 965 Ha (yang menurut Kabid Tata Ruang Dinas PU, Elinawati; hanya sekitar 10 % bisa dipakai).

Selanjutnya

Halaman

[   1   ]     [   2   ]

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Wabup Tanah Datar Lantik Sepuluh Pejabat Fungsional

SPIRITSUMBAR.com – Jabatan fungsional punya peran penting dalam mencapai visi dan misi perangkat daerah, karena ...