Jumat , 21 September 2018
Beranda - Berita Pilihan - Raja Pagaruyung Meninggal, Ranah Minang Kehilangan Tokoh Adat

Raja Pagaruyung Meninggal, Ranah Minang Kehilangan Tokoh Adat

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Pagaruyung – Sultan H. Muhammad Taufik Thaib Rajo Alam Minangkabau Tuanku Maha Rajo Sati telah meninggalkan kita karena dipanggil Allah Yang Maha Esa, atas nama pemerintah dan masyarakat Sumatera Barat – ranah minang berduka kehilangan tokoh adat teladan yang dihargai banyak kalangan baik nasional dan regional.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat memberikan sambutan pada acara melepas jenazah alm. Sultan M Taufik Thaib di Istano Silunduang Bulan, Jum’at (2/2/2018).

Hadir dalam kesempatan itu Bupati Dhamasraya Sutan Riskan Kerajaan, Wakil Bupati Tanah Datar, beberapa tokoh-tokoh kerajaan nusantara, tokoh adat dari kerajaan sembilan Malaysia serta tokoh-tokoh adat lainnya.

Wagub Nasrul Abit, juga menyampaikan permohonan maaf Gubernur Irwan Prayitno yang tidak berkempatan hadir karena ada kegiatan di luar provinsi, yang malam kemaren sempat membezuk di rumah sakit.

Kita mendoakan alm Sutan M. Taufik Thaib dihapuskan dosa-dosanya, dimasukan dalam surga janatum naim. Kepada keluarga yang ditinggalkan dapat tabah menerima cobaan ini.

Kita berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah ada penganti beliau dalam meneruskan tatanan adat dan budaya rajo alam minangkabau, doa dan harapan Wagub Nasrul Abit Dt. Malintang Panai.

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan, segala bentuk adat dan budaya yang telah dilakukan oleh Alm Sultan M. Taufik Thaib agar tatanan kerajaan alam minangkabau ini dapat diterus sebagai nilai yang tidak pernah habis maupun lupa.

Semoga penganti beliau nanti dapat melanjutkan tradisi budaya dan adat dalam memajukan kebudayaan Sumatera Barat sesuatu yang penuh pesan dan makna nilai budi luhur yang mesti dilestarikan kepada generasi muda berikutnya, ujar Nasrul Abit. (Rel)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pengumuman Rekrutmen CPNS_2018

Ini Formasi Rekrutmen CPNS 2018 untuk Pusat

SpiritSumbar.com – Sebagai tindak lanjut dari penyerahan formasi CPNS tahun 2018, kementerian/lembaga/pemerintah daerah, diwajibkan untuk ...