Beranda - Headline - Quo Vadis PPNS
Riyon
Riyon

Quo Vadis PPNS

Print Friendly, PDF & Email

Oleh Riyon.

Tanggal 10 Juni 2019 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah memulai masuk kerja, tetapi masih ada yang membolos masuk kerja dengan alasan faktor X. Sampai-sampai Mendagri Tjahjo Kumolo, SH memberikan komentar pedas di samping kena sanksi juga diskor selama tiga hari bagi para ASN yang sampai Senin (10/5) belum masuk kerja. Sementara dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi ( PAN.RB )juga sudah mengeluarkan aturannya.

Ini sangat menarik kita singkapi. Pasalnya bertitik tolak dari hal diatas tersebut kuncinya adalah tentang sudah mengakar rumputkah kedisiplinan itu di jajaran ASN?. Dan apakah sudah betul-betul meresapi dan memahami tentang PP. N0. 53 Tentang Tahun 2010 Kedisiplinan?. Kalau membahas tentang kedisiplinan di setiap individu tergantung kepada nuraninya. Mau berubah belajar membiasakan dari yang tidak biasa menjadi terbiasa dengan kedisiplinannya . Semua itu tergantung kepada tipikal orangnya.



Pada jajaran ASN untuk memberdayakan budaya disiplin antara lain adalah peran Penyidik Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dulu Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) didampingi Satpol-PP harus berperan aktif terutama di daerah-daerah.Sebaiknya peran PPNS buka cuma menangani pelanggaran berat kode etik ASN, alangkah seyogianya berperan aktif meningkatkan kebiasaan berdisiplin. Sebab dari hasil studi kelayakan di berbagai ASN masih didaerah sepertinya masih ada dugaan yang menyepelekan dan dianggap meremehkan kedisiplinan tenang PP N0. 53 Tahun 2010 itu.

loading…


Pada kesibukan jam kerja dan ketika jam kerja belum masa istirahat ASN pergi ke pasar dllnya. Bahkan ada yang belum ke kantor lagi, setelah istirahat untuk hari biasa kecuali Jum,at. Padahal selepas jam 01.00 Wib para ASN harus masuk kerja lagi ke kantor. Sayangnya masih ada yang molor sampai jam 02.00 Wib baru mencet tanda masuk kerja lagi. Lha ini tanda -tandanya memahami pengejawantahan tentang kedisiplinan masih samar-samar tidak serius.

Ada di daerah ditemui seakan peran PPNS itu terkesampingkan istilahnya “ Lesu Darah”entah diberdayakan entah tidak, atau dianggap mungkin kurang penting atau barangkali suatu tanya timbul : “ Quo Vadis PPNS?” kenapa demkian?. Pasalnya tak pernah terdengar gregetnya. Sebaiknya inovasi untuk meningkatkan kredibilitas pemberdayaan tentang kedisiplinan tersebut ASN terutama di daerah, peran aktif PPNS berkolaborasi kinerja Satpol -PP seiring sejalan door to door melakukan pengecekan ketika jam sibuk kerja sekitar jam 10.00 Wib dan selepas istirahat siang.

Ini salah satu mengurai bagaimana para ASN tersebut tertib kedisiplinan. Lalu selepas istirahat siang juga demikian. Nanti akan ketahuan ASN tentang raport kedisiplinannya merah. Jangan terjadi baru kita sadar melakukan monitoring tersebut. Tentu hal ini peran aktif demi meningkatkan kualitas pemberdayaan kedisiplinan adalah Sekda. Sekda harus keras & tegas kepada anak buahnya arena jabatan Sekda itu sebagai nahkoda kapal ASN.


Mudah- mudahan apa yang saya sampaikan bermanfaat sehingga mulai hari besok dan selanjutnya para ASN sudah memahami membiasakan tentang kedisiplinan tersebut. Tak lupa tidak ada istilah terlambat, atas nama keluarga Besar The Public Spirit Sumbar dan-spiritsumbar.com, – mengucapkan : Selamat Lebaran 1440 H/2019 Mohon Maaf Lahir dan Batin.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dua dari tiga pelaku Narkoba di Dharmasraya

Dalam Satu Malam, Polres Dharmasraya Cokok Tiga Pengedar Narkoba

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Dalam satu malam, tiga orang pemuda diduga pemakai dan pengedar narkoba di ...