Beranda - Berita Pilihan - Puluhan Tahun Mengancam, Warga Minta BWS V Normalisasi Batang Saman

Puluhan Tahun Mengancam, Warga Minta BWS V Normalisasi Batang Saman

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Pasaman Barat – Ratusan rumah dan nyawa masyarakat di dua kejorongan Nagari Aia Gadang   terancam ambruk oleh gerusan Sungai Batang Saman.   Tepatnya Kampung Pasia Pauh, Jorong Pasia Bintungan, Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Pasalnya, jarak antara aliran Sungai Batang Saman dengan pemukiman warga tepatnya di Pasia Pauah Nagari Aia Gadang hanya tinggal sekitar 10 meter saja.

“Kami khawatir dengan kondisi gerusan aliran Sungai Batang Saman hanya berjarak puluhan meter dengan pemukiman warga. Jika musim hujan datang aliran sungai selain mengancam pemukiman juga merendam kawasan ini, ,” ujar Nefri Jamil salah seorang warga setempat, Rabu (9/10/2019).



Ia menjelaskan, kekhawtiran warga pun bertambah saat memasuki musim hujan. Terlebih Sungai Batang Saman sering meluap secara tiba-tiba dan arusnya tambah deras. Hal ini lah yang ditakuti warga, karena akan mengakibatkan abrasi yang makin parah.

Artikel Lainnya

loading…


“Kondisi rumah di pemukiman kami sebenarnya sudah lama terancam abrasi dan tergerus kuatnya arus sungai yang menerjang kawasan Pasia Pauh  sekitarnya. Namun hingga puluhan tahun tidak ada tindakan penanganan sedikitpun dari pemerintahan nagari maupun kabupaten,” ucapnya.

Mereka berharap, kepada pihak dinas terkait supaya pihak berwenang dapat memberikan perhatian dan bantuan. Untuk menangani masalah  abrasi dan ancaman luapan Sungai Batang Saman yang mengancam nyawa, harta benda dan pertanian masyarakat setempat.

Sementara itu, Wali Nagari Aia Gadang Junaidin membenarkan kondisi ancaman luapan Sungai Batang Saman. Tepatnya di dua Kejorongan, yakni Jorong Labuh Lurus dan Jorong Pasia Bintungan sudah puluhan tahun mengancam keselamatan harta benda jiwa raga masyarakat setempat.  Bahkan paling membahayakan memasuki musim hujan luapan sungai batang saman sudah mengancam kehidupan warga di dua kejorongan tersebut.

Pihaknya sudah melaporkan pada dinas terkait. Namun hingga saat ini belum ada tanda – tanda akan adanya antisipasi. Misalnya di kawasan pemukiman warga Pasia Pauh selain pemukiman warga juga mengancam pandam perkuburan yang diyakini keramat bagi masyarakat setempat.

“ika ini dibiarkan akan membahayakan ratusan rumah dan ratusan jiwa masyarakat kami,” ujarnya.

Sementara Dewan Perwakilan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TOPAN RI Pasaman Barat Arwin Lubis meminta kepada pihak Balai Sungai Sumatera Wilayah V Sumbar, segera lakukan normalisasi dan segera alokasikan anggaran pengamanan gerusan arus Sungai Batang Saman yang mengancam nyawa harta benda masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, kondisi ini merupakan langganan tiap tahun bagi masyarakat di dua Kejorongan di Nagari Aia Gadang. Sebelum menelan nyawa kehilangan harta benda sudah selayaknya pemerintah daerah, provinsi dan pusat melalui Balai Sungai Sumatera Wilayah V Sumbar bertanggung jawab atas kewengan tersebut. (BY/SON)



loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dua dari tiga pelaku Narkoba di Dharmasraya

Dalam Satu Malam, Polres Dharmasraya Cokok Tiga Pengedar Narkoba

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Dalam satu malam, tiga orang pemuda diduga pemakai dan pengedar narkoba di ...