Beranda - Headline - PSM Makasar Waspadai Kebangkitan Semen Padang

PSM Makasar Waspadai Kebangkitan Semen Padang

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Pertandingan Pekan ke 10 lanjutan Liga 1 dalam bulan Ramadhan ditandai dengan banyaknya gol yang dihasilkan tuan rumah. Bahkan, PSM yang bakal menjadi lawan Semen Padang FC juga telah menikmati banyak gol saat menjamu Persipura dengan skor 5-1 pada pekan ke 9.

Hal yang sama pada pekan ke 10 juga diperoleh Sriwijaya FC yang berhasil menghempaskan tamunya Mitra Kukar dengan skor 3-1, Rabu (7/6/2017) malam. Bukan mustahil, Semen Padang juga akan melakukan hal sama saat menjamu PSM Makasar di Stadion H. Agus Salim, Padang, Kamis (8/6/2017) malam.

Hal ini juga diungkapkan Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Albert, pada pada wartawan di Padang, Rabu (7/6/2017) siang.

Pelatih asal Belanda ini  mengaku sangat mewaspadai kebangkitan tuan rumah Semen Padang. Apalagi, Tim Kabau Sirah dalam kondisi terluka, akan berupaya mati matian untuk menang agar bisa  kembali ke posisi atas.

Walau begitu dia menekankan, dalam pertandingan setiap tim memiliki kemampuan masing-masing.  Akan ada yang menyerang dan ada pula yang bertahan demi untuk mendapatkan poin. Namun, dia menegaskan tujuan utama datang ke Padang untuk mendapatkan tiga poin.

“Jika kami di nomor satu, kami akan berupaya tetap di nomor satu. Liga ini kompetitif. Kami tim dengan budget kecil, tapi organisasi pemain membuktikan kita mampu,” ujarnya.

Menghadapi Semen Padang pelatih Tim Juku Eja ini mengaku dua pemain pilarnya tidak bisa turun dengan alasan yang berbeda.Marquee Playyer PSM, Steven Paulle tak bisa turun lantaran akumulasi kartu. Sedangkan Mantan Punggawa Semen Padang, Titus Bonai juga tidak bisa diturunkan lantaran cedera.

Sementara mantan penjaga gawang Semen Padang yang saat mengawal gawang PSM, Rivky Mokodompit berjanji akan memberikan permainan yang terbaik. “Ini adalah laga emosional bagi saya,” ujarnya.

Saribulih

Artikel lainnya:

loading…


Baca juga:

loading…


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Timnas Indonesia saat laga ujicoba melawan Myanmar (foto PSSI)

Hadapi Hongkong, Pembuktian Bagi Timnas Senior

Spiritsumbar.com – Tim Nasional Indonesia bertekad meraih kemenangan melawan Hongkong pada laga uji coba internasional ...