Beranda - Headline - Prilaku Orang Tua Pengaruhi Karakter Anak

Prilaku Orang Tua Pengaruhi Karakter Anak

Print Friendly, PDF & Email

Bedah Buku “Mendidik dan Membesarkan Anak Berkarakter”

Bukittinggi – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melakukan Bedah Buku Cara Mendidik dan Membesar Anak Berkarakter, diselenggarakan Jumat
(14/12/2018), di gedung Istana Bung Hatta Bukittinggi.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan pentingnya orang tua dalam mendidik anak sejak usia dini yang berkarakter, karena orang tua adalah orang yang pertama kali memperngaruhi keadaan anak sehingga membuat kepribadian sang anak mengikuti pola dan tingkah laku orang tua.

Dalam membangun dan membentuk karakter anak, orang tua tidak hanya menerapkan konsistensi anak dalam berperilaku yang hanya dilakukan pada waktu dan keadaan tertentu saja. Akan tetapi untuk menumbuhkan dan melekaktkan karakter ini kepada anak maka orang tua harus melakannya secara terus menerus, berkelanjutan dan berkesinambungan.

Terutama dalam pendidikan agama yang dianut, seperti agama Islam, kita mengajarkan cara beribadah dan memiliki keyakinan harus ditanaman dari kecil, takut akan dosa dengan mengajarkan sholat dan mengaji sedini mungkin, selanjutnya anak-anak kita ajak mereka pergi ke masjid.

Semakin dini anda menanaman hal ini pada seorang anak maka akan semakin kuat iman mereka, terutama ketika mereka sudah mengalami pubertas nantinya.

Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya memiliki kelebihan dan kualitas yang terbaik yang bisa dibanggakan dan bermanfaat untuk orang banyak yaitu anak-anak yang pintar, cerdas, berperilaku baik, sopan dan santun. Bisakah seorang anak seperti itu? Menjadi anak yang sempurna dalam segala hal? Tentu saja bisa asalkan orang tua memiliki banyak waktu dalam membentuk karakter anak tersebut.

Berikan hal-hal yang baik pada anak, karena anak cenderung mencontoh apa yang dilihatnya dan anak akan melakukan apa yang ibu-ibu perintahkan, seperti jangan berbohong, sementara orang tua tanpa disadari mereka juga mengajari berbohong, seperti kalau ada orang datang kerumah mencari orang tuanya dirumah, orang tua menyuruh anaknya bilang bapak atau ibu tidak ada, ini bisa membentuk karakter buruk pada anak.

“Anak adalah peniru yang ulung, oleh karena itu, pembiasaan melakukan hal kecil sejak dini akan berdampak kepada anak dalam kurun waktu yang lama hingga ia beranjak remaja,” kata Irwan Prayitno.

Pada kesempatan acara bedah buku tersebut salah seorang guru menanyakan bagaimana cara mendidik anak yang baik dalam sekolah?

“Berikan murid di sekolah merasa nyaman di kelas dan merasa nyaman bersama kita sebagai guru kelas, berikan ruang untuk berkomunikasi layaknya orang dengan murid, maka biasanya anak-anak akan bisa lebih terbuka. Misalnya dalam menceritakan pengalaman mereka, apa yang menjadi permasalahan mereka, dan hal-hal lain. Dengan keterbukaan inilah sifat jujur akan tertanam di dalam hati anak dengan sendirinya. Hal yang tidak kalah penting lagi, pendidik perlu memberikan teladan kejujuran kepada anak didik,” jawab gubernur.

Bedah buku ini diprakarsai oleh penerbit buku Erlangga dengan judul “Mendidik dan Membesar Anak Berkarakter” penulisnya gubernur sumbar Irwan Prayitno, dihadiri oleh 500 peserta dari kalangan guru-guru dan pelajar TK, SD, SMP dan SMA sederajat di Kab Agam dan Kota Bukittinggi. (Salih)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Komplek Kauman Padang Panjang

Thawalib Padang Panjang Rengkuh Kejayaan Masa Lalu

SPIRITSUMBAR.com – Menyusul “serbuan” pelamar pada 2018 lalu, Perguruan Thawalib Padangpanjang terus berinovasi memacu kebangkitan ...