Beranda - Headline - Prestasi Mentreng Diraih PPS Bundo Kanduang di Festival Pencak Silat
PPS Bundo Kandung Pasaman Barat berhasil torehkan prestasi
PPS Bundo Kandung Pasaman Barat berhasil torehkan prestasi

Prestasi Mentreng Diraih PPS Bundo Kanduang di Festival Pencak Silat

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Pasaman BArat – Persatuan Pencak Silat (PPS) Bundo Kanduang Pasaman Barat Meraih Kejuaraan 3 Medali Emas, 3 Perak, 2 Perunggu di Festival Pencak Silat Nasional dan Internasional Dang Tuanku IV 20-28 Desember 2019 di GOR Marawi, Simpang Empat, Pasaman Barat, Sabtu (28/12/2019).

Ketua Padepokan Silat Bundo kanduang Pasaman Barat Decky Harmiko Sahputra menyampaikan, rasa terimakasih dan shukur atas prestasi yang telah direbut oleh atlit puncak silat yang mewakili Pasbar dalam kejuaraan atlit pencak silat Nasional dan Internasional yang dilaksanakan di kota bukit tinggi yang dapat mengharumkan Pasaman Barat.

“Selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kami haturkan Khusus kepada Guru/Pelatih Abangnda Damri Andessol, Official PPS dan seluruh atlit, anak-anak kami cintai dan kami banggakan,” ungkap Decky selaku ketua padepokan pencak silat Bundo Kanduang Pasbar.



“Kami salut atas kegigihan, dengan komitmen dan dedikasinya selama ini untuk mengharumkan nama Pasaman Barat yang kita cintai. Tetap semangat, jaga dan terus tingkatkan prestasi-prestasi, telah di raih selama ini Semoga Allah meridhoi dan selalu memudahkan urusan kita semua. Aamiin Yaa Rabbal’alamin,”  ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada, Ketua KONI Pasbar, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Pasbar, Kolaboraksi Kemanusiaan Pasaman Barat dan seluruh jajaran pengurus Parsatuan Pencak Silat Bundo Kanduang dan semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, atas bantuannya sehingga Perstuan Pencak Silat Bundo Kanduang bisa mengikutinya. (SY/B)




 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

H. Taslim Dt Tambogo bersilaturahmi dengan tetua Silek Sidi Marajo di Sasaran Silek Tuo dan Dt Kayo dari perguruan Silek Tuanku Nan Rinceh Kamang

Taslim : Silek, Budaya Luhur Yang Tak Boleh Lekang

Karakatau madang di hulu. Ba buah ba bungo balun Marantau bujang dahulu  Di kampung ba ...