Beranda - Headline - Polres Solsel Tuntaskan Berbagai Kasus Kriminal di 2018

Polres Solsel Tuntaskan Berbagai Kasus Kriminal di 2018

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Penuntasan kasus kriminalitas di Solok Selatan (Solsel), masuk kategori tiga besar di Sumbar. Dari 179 Laporan Polisi (LP) yang masuk, hanya 90 kasus yang tuntas diselesaikan selama 2018.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Solok Selatan, AKBP Imam Yulisdianto, saat pemusnahan 1.122 botol minuman keras dan 280 liter minuman tradisional tuak di halaman Mapolres Solsel.

Minuman keras tanpa izin tersebut disita disejumlah warung dan kios, dalam hal mengatasi tindak kriminalitas dan angka kecelakaan di Solsel.

“Ribuan botol minuman keras dari berbagai jenis kita sita dan kita musnahkan, ini untuk mengatasi dan mencegah pesta pora minuman keras saat malam tahun baru. Yang bisa berujung kriminalitas dan kecelekaan saat berkendara,” ujar AKBP Imam Yulisdianto, di Mapolres Solsel.

Dengan rincian jenis anggur merah cap orang tua 132 botol, beer bintang atau angker 620 ml sebanyak 704 botol, beer bintang atau angker 330 ml 192 botol, guinnes atau panthet 80 botol, mix max 14 botol, dan tuak 280 liter.

“Penyambutan malam tahun baru di Solsel, lebih identik dengan minuman keras dan pesta tuak. Bila tak diberantas segera, maka bisa memicu keributan atau kriminalitas. Termasuk penyebab kecelakaan malam tahun baru, dipengaruhi minuman keras,” pungkasnya.

Sementara Kasat Rekrim Polres Solsel, AKP Mochammad Rosidi mengatakan, penuntasan kasus kriminalitas di Solsel masuk dalam kategori peringkat 3 Sumbar.

Dari 179 kasus yang dilaporkan masyarakat, dan telah selesai ditangani sebanyak 90 kasus.

“Yang sudah P21 sebanyak 27 kasus dari 90 kasus yang kita selesaikan selama 2018. Penuntasan kasus ini, kita masuk kategori peringkat tiga diwilayah hukum Polda Sumbar,” terangnya.

Kasus yang sudah P21 tersebut, yakni kasus persetubuhan 4 kasus, perbuatan cabul 2 kasus, judi 3 kasus, pencurian 8 kasus, curanmor 2 kasus, pembunuhan 2 kasus.

Sedangkan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) penipuan, minerba, penggelapan dan pengancaman masing-masing 1 kasus.

“44 Kasus yang belum terselesaikan tahun ini, akan kita tuntaskan di tahun 2019,” papar Rosidi.

Dari 179 LP tersebut katanya, sebanyak 45 kasua dicabut oleh pelapor. Dengan rincian 16 kasus non tindak pidana dan tipiring 2 kasus.

“Kriminal litas tahun ini menurun dan penuntasan kasus meningkat hingga kita peringkat 3 di Sumbar,” ucapnya.

Kasat Reskrim itu mengungkapkan, pihaknya akan menuntaskan dengan maksimal kasus-kasus yang baru dan yang lama di tahun 2019. Termasuk penanganan kasus-kasus besar.

“Yang jelas, kita beraharap seluruh anggota tetap bekerja dengan lebih baik lagi. Kasus yang belum tuntas, jadi PR kita di tahun depan,” terangnya.

Bagaimanapun lanjut AKP Mochammad Rosidi, pihaknya juga balal menuntaskan kasus pembabatan hutan di hulu sungai Batang Bangko, untuk pembukaan lahan perkebunan diperkirakan akan dirambah hingga capai 5.000 hektar.

Yang dikawatitkan warga akan berdampak longsor, banjir bandang atau kekeringan di dua kecamatan. Yakni Kecamatan Sungaipagu dan Kecamatan Pauhduo.

“Tak hanya warga lokal, tapi diduga pejabat juga ikut andil disana. Kita akan terus menyelidiki kasus tersebut di tahun depan,” pungkasnya. (Syahrul)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Komite I DPD RI Gelar RDP Bahas Konflik Perbatasan Daerah

SpiritSumbar.com, Jakarta – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Rapat Dengar ...