Beranda - Headline - Polres Solok Kota Sikat Haji Sabu
Pengedar Narkoba di Dharmasraya
Pengedar Narkoba di Dharmasraya

Polres Solok Kota Sikat Haji Sabu

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Solok Kota sikat dua pelaku pemilik dan penyalahgunaan narkotika jenis shabu di Kota Solok,Kamis (21/9/2018).

Wakapolres Solok Kota Kompol Sumintak, didampingi Kasat Narkoba AKP Dodi Apendi dan Paur Humas Ipda Yesveri, dalam press release di Mapolres Solok Kota, Jumat (21/9/2018) menyatakan , kedua pelaku diamankan di dua lokasi berbeda. Keduanya adalah SP (43) yang diamankan di Kelurahan Tanjung Paku dan MY (44) yang diamankan di Kelurahan Nan Balimo Kota Solok.

Salah seorang pelaku diantaranya sudah menunauikan Ibadah Haji pada tahun 2007 lalu, yaitu MY warga Kotobaru Dharmasraya.Haji Sabu ini sendiri terancam hukuman mati, sebab memiliki shabu sebanyak 10 gram.

“Penangkapan ini merupakan hasil pengungkapan jaringan narkotika antar daerah dan antar provinsi. Shabu tersebut berasal dari Pekanbaru dengan transit di Dharmasraya, untuk diedarkan di wilayah hukum Polres Solok Kota,” ujar Kompol Sumintak.

Diungkapkannya,Penangkapan ini, merupakan pengungkapan kasus peredaran narkoba antar daerah dan provinsi. Shabu berasal dari Pekanbaru dan transit di Dharmasraya untuk kemudian diedarkan di Solok. Saat ini, tim sedang memburu pelaku berinisial D, yang mengantarkan shabu dari Pekanbaru ke Dharmasraya.

Penangkapan SP (43) berawal dari informasi bahwa di Perumnas Tanjung Paku, Kelurahan Tanjung Paku, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota  Solok, sering terjadi transaksi narkotika. Tim Satres Narkoba Polres Solok Kota melakukan penyelidikan di daerah tersebut sekira pukul 01.30 WIB.

Pelaku SP (43) diamankan petugas di rumahnya dan melakukan penggeledahan. Tim menemukan 1 (satu) paket kecil yang diduga berisikan narkotika jenis shabu yang dibungkus plastik klip warna bening dalam besi rel gorden pintu kamar tengah.

Kemudian 1 (satu) bungkus plastik klip merk G-tik ukuran 3×5 centimeter di dalam kotak obat, serta 1 (satu) unit handphone merk Samsung warna putih. Pelaku SP kemudian dimankan ke Mapolres Solok Kota untuk penyidikan lebih lanjut.

Di Mapolres Solok Kota, pelaku SP “bernyanyi” di hadapan petugas. SP mengatakan MY (44) sedang membawa Narkotika jenis shabu dari Dharmasraya ke Kota Solok. Dari informasi ini, tim Satres Narkoba Polres Solok Kota melakukan penyelidikan di daerah Nan Balimo.

Hasilnya, sekira pukul 04.00 WIB petugas berhasil mengamankan MY di atas Mobil Merk Toyota jenis Avanza warna silver BA 1318 VL yang sedang berhenti di depan Masjid Nurul Sakinah, Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan 1 (satu) paket sedang yang diduga berisikan narkotika jenis shabu yang dibungkus plastik warna bening. Paket sedang tersebut ditemukan di pedal kopling mobil. Petugas juga mengamankan 2 (dua) unit handphone serta uang tunai sebanyak Rp 1.688.000.

MY merupakan warga Jorong Pasar Koto Baru, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, terancam hukuman berat. Yakni Pasal 112 ayat 2 KUHP, karena kepemilikan shabu di atas 5 gram dan Pasal 114, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

“Barang siapa melakukan perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli atau menyerahkan narkotika golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya lebih dari 1 kilogram atau 5 batang pohon, atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya lebih dari 5 gram pelaku dipidana mati, penjara seumur hidup, paling singkat 6 tahun, paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar”.

Sedangkan pelaku SP diancam dengan Pasal 111 KUHP, dengan ancaman 5 tahun penjara. Yaitu “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. (eri)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pemain Timnas U-16, Sutan Diego Armando Ondriano Zico. (foto pssi)

Sutan Zico Bakal Hadir di Opening Ceremony Minangkabau Cup 2018

SPIRITSUMBAR.com – Opening Ceremony Minangkabau Cup II tahun 2018 bakal tampil dalam suasana heboh dan ...