Beranda - Headline - Polisi Lakukan Tembak di Tempat Pada Pengedar Narkoba
Narkoba (ilustrasi)
Narkoba (ilustrasi)

Polisi Lakukan Tembak di Tempat Pada Pengedar Narkoba

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar,com, Batusangkar – AKBP Bayuaji Yudha Prajas Kepala Kepolisian Resor (Polres) Tanah Datar, Sumatera Barat, menegaskan jajarannya akan menembak di tempat bagi pengedar atau pelaku penyalahgunaan Narkoba, dan itu merupakan bukti bahwa Polres tidak main-main terhadap pelaku kejahatan terutama yang bersangkutan dengan narkoba.

“Daerah kita sudah meningkat menjadi pemasok, bukan sebagai lokasi tujuan pengedar saja ini sudah bisa dikatanan darurat Narkoba, maka kami akan tembak di tempat bagi pengedar atau pelaku penyalahgunaan Narkoba,” katanya saat acara Buka Bersama dengan wartawan di Batusangkar, Sabtu, (10/6/2017).

Kapolres mengungkapkan bahwa ia sangat prihatin melihat peningkatan kasus penyalahgunaan Narkoba di wilayah hukumnya dan akan berupaya keras memberantasnya sampai keakar-akarnya. Dan Ia menyebutkan hari ini saja, Sabtu sekira pukul 15.30 WIB, telah menangkap dua orang pengguna dan pengedar Narkoba jenis sabu dan ganja kering di Jorong Simpuruik, Nagari Simpuruik, Kecamatan Sungai Tarab.

“Berdasarkan informasi masyarakat bahwa sering terjadi pesta Narkoba di rumah warga bernama Agus Bianto (45) di Jorong Simpuruik, dan setelah dilakukan penggerebekan ditemukan Agus bersama rekannya David Ramli (39), warga Nagari Rambatan, di rumah tersebut,” kata Bayu.

Saat digeledah, polisi menemukan barang bukti berupa dua paket kecil shabu, dua paket daun ganja kering dan alat hisap sabu (bong).

Ia menyebutkan kedua tersangka saat ini sudah dijadikan tersangka dan mendekam di sel tahanan Mapolres Tanah Datar untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 jo Pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” katanya.

Pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 menyatakan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 dan paling banyak Rp8 miliar.

Sementara Pasal 127 ayat 1 menyatakan setiap penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun. (David)
Editor: Saribulih

Artikel lainnya:

loading…


Baca juga:

loading…


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Babinsa Dharmasraya Bakti Sosial Ramadhan

SPIRITSUMBAR.com – Sekitar 100 unit sepada motor anggota Babinsa kodim 0310/SSD membawa rasel sembako melakukan ...