Beranda - Berita Pilihan - Polisi Amankan Satu Unit Senpi Beserta Empat Pemakai Narkoba
Petugas Polsek Lintaubuo saat menggelar razia Cipta Kondisi sejak Kamis pagi hingga Jumat dinihari. Empat pemuda diamankan dalam razia tersebut.
Petugas Polsek Lintaubuo saat menggelar razia Cipta Kondisi sejak Kamis pagi hingga Jumat dinihari. Empat pemuda diamankan dalam razia tersebut.

Polisi Amankan Satu Unit Senpi Beserta Empat Pemakai Narkoba

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Lintau Buo – Empat pemuda yang tengah menikmati narkoba berhasil diamankan jajaran Polsek Lintaubuo, di salah satu warung tuak di Jorong Cendrawasih Kotopanjang, Kenagarian Tigojangko, Kecamatan Lintaubuo, Kamis (19/4/2018) sekira pukul 22.30 wib malam. Dalam razia cipta kondisi tersebut, petugas juga mengamankan beberapa jerigen tuak dan narkoba jenis ganja.
Artikel Lainnya

loading…


Kapolsek Lintaubuo AKP Nasrul kepada Media kemarin (20/4/2018) mengatakan, razia cipta kondisi ini sengaja digelar menjelang penertiban memasuki bulan suci Ramadhan. Razia itu dipimpin oleh Kapolsek sendiri bersama Waka Polsek, Kanit Binmas, Kanit Intel, Kanit Reskrim, Bhabinkamtibmas dan Banit Reskrim serta dua anggota Koramil Lintau.

Razia dimulai sejak Kamis pagi sekira pukul 09.00 wib hingga Jumat (20/4/2018) dinihari sekira pukul 04.00 wib. “Razia dimulai dengan menggeledah dan menyisir kedai-kedai tuak yang terdapat di beberapa nagari yang ada di Kecamatan Lintaubuo,” sebut Kapolsek.

Hasil razia itu jelas AKP Nasrul, petugas berhasil menyita setengah jeriken tuak di kedai milik Y,37, di Nagari Buo. Kemudian setengah jeriken tuak di kedai milik N,43, di Nagari Buo. Razia dilanjutkan ke Nagari Taluak, disitu petugas berhasil mengamankan setengah jeriken tuak di kedai milik A,32, di Taluak.

“Di Sitangkai, kita mengamankan dua botol miras di warung R,45, dan kemudian kita lanjutkan razia ke Kotopanjang, Nagari Tigojangko,” sebut Kapolsek.

Saat sampai dikedai tuak milik IJ,42, beberapa pemuda tengah menikmati tuak dan narkoba jenis ganja. “Saat mengetahui kedatangan petugas, pemuda tersebut berusaha membuang lintingan ganja yang tengah dipakai mereka, beruntung aksi itu diketahui petugas dan berhasil ditemukan kembali setelah dicari bersama-sama,” jelas Kapolsek.

Pemuda tersebut jelas Kapolsek, antara lain AF,20, warga Tigojangko, FK,21, warga Pangian, AS,20, warga Tigojangko. “Bersama mereka juga diamankan minuman tuak yang tengah dikonsumsi dan dua paket kecil jenis ganja. Menurut pengakuan ketiga tersangka, paket ganja tersebut didapat dari salah seorang pemuda JA,20 warga Buo,” terang Kapolsek.

Dari keterangan tersangka, akhirnya petugas melakukan pengembangan dan berusaha mengejar JA. Dengan menggunakan telefon genggam, JA dihubungi oleh salah seorang tersangka yang saat itu bersama petugas.
“JA diamankan didekat kantor wali nagari Buo tengah menanti salah seorang tersangka tersebut. Saat bertemu, JA langsung diamankan bersama barang bukti empat paket kecil narkoba jenis ganja yang sempat disembunyikannya di pentilasi warung yang ada di lokasi,” jelas Kapolsek.

Setelah berkoordinasi dengan Satres Narkoba Polres Tanahdatar yang menurunkan beberapa anggotanya ke Mapolsek Lintau akhirnya dilakukan pengembangan lebih lanjut. Berdasarkan keterangan dari tersangka JA, diketahui jika dirinya mendapatkan barang haram itu dari ED, warga Buo.

“ED sempat melarikan diri dan hingga sore ini (Jumat sore, red) masih belum diketahui keberadaanya. Petugas kemudian melakukan penggeledahan dirumah ED dan berhasil menemukan barang bukti berupa dua bong sabu, satu paket ganja, satu buah timbangan digital, satu pak plastik pembungkus sabu, satu butir amunisi FN, dan kami juga menemukan senjata api rakitan jenis revolver,” sebut AKP Nasrul.

Semua barang bukti dan para tersangka yang berhasil diamankan tambah Kapolsek, telah diserahkan ke unit Satres Narkoba Polres Tanahdatar yang malam itu juga langsung di bawa ke Mapolres Tanahdatar.

Kejadian tersebut membuat salah seorang orang tua tersangka tidak kuasa menahan diri, dan jatuh pingsan di Mapolsek Lintaubuo. “Kita masih melakukan pengejaran terhadap seorang tersangka lainnya yang saat ini masih kabur,” tukas Kapolsek. (David)

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Merdeka Itu Amanah

Oleh : Efnita (Guru SMPN.3 Koto Salak) Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari ...