Beranda - Berita Pilihan - Pj Bupati Dharmasraya Sampaikan Nota Keuangan RAPBD 2016
Pj Bupati Dharmasraya Syafrizal Ucok menyerahkan nota keuangan pada Pimpinan DPRD - EKO/Spirit Sumbar

Pj Bupati Dharmasraya Sampaikan Nota Keuangan RAPBD 2016

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Bupati Dharmasraya, H. Syafrizal Jumat, (9/10) menyampaikan nota keuangan RAPBD 2016 dihadapan rapat paripurna wakil rakyat. Besaran RAPBD tahun 2016 Rp708 miliar lebih, untuk membiayai sektor pembangunan dengan lima prioritas.

“Ada lima prioritas pembangunan di tahun depan,” terang bupati yg akrap disapa Ucok ini.

Lebih jauh diterangkan, lima prioritas yg akan digarap tahun depan adalah pembangunan dan peningkatan infrastruktur, peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan dan optimalisasi lembaga-lembaga nagari, peningkatan kesejahteraan dan daya saing petani, peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan serta pengembangan perdagangan, koperasi, UMKM, pariwisata, budaya dan investasi.

Komposisi RAPBD itu sendiri terdiri atas pendapatan daerah sebesar Rp705,5 miliar lebih dengan rincian pendapatan asli daerah (PAD) Rp68 miliar lebih, dana perimbangan Rp507 miliar, lain lain pendapatan Rp128,7 miliar lebih. Sementara itu, belanja daerah dipatok sebesar Rp708 miliar. Jumlah tersebut akan dimanfaatkan untuk belanja langsung sebesar Rp267, 5 miliar dan belanja tidak langsung sebesar Rp 440,6 miliar.

Menurut mantan pebulutangkis Sumbar era 80 an ini, target PAD yang ditetapkan diharapkan bersumber dari pajak daerah Rp19,2 miliar, retribusi daerah Rp6 miliar lebih, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp5,1 miliar, dan lain lain PAD yang sah Rp38 miliar lebih. “Kita lakukan intensifikasi dan bila perlu kita lakukan rasionalisasi PAD,” tukuk pamong dari BPM Sumbar ini.

Kemudian proyeksi dana perimbangan, menurut pria yang juga aktifis PBSI ini, didapat dari dana bagi hasil pajak dan bukan pajak sebesar Rp30 miliar lebih dan dana alomasi umum (DAU) sebesar Rp477,8 miliar lebih. “Dana perimbangan ini masih bersifat proyeksi mengingat rincian dari Jakarta belum keluar. Kita yakin angka DAU kita bertambah. Kita masih berpedoman pada angka tahun 2015,” terang Ucok.

Kemudian dana lain lain pendapatan yg sah diharapkan bersumber dari pendapatan hibah sebesar Rp 4 miliar, dana bagi hasil pajak dari provinsi sebesar Rp38 miliar lebih serta dana penyesuaian sebesar Rp 86,5 miliar lebih. Data pendapatan lain lain ini yang sah ini juga masih bersifat proyeksi yg dihitung berdasarkan tren penerimaan tahun sebelumnya.

Sementara itu, sektor belanja daerah tidak langsung terdiri atas belanja pegawai sebesar Rp371,8 miliar lebih, belanja hibah Rp6,7 miliar lebih, bantuan penerimaan kepada nagari sebesar Rp54 mikiar lebih dan belanja tak terduga Rp8 miliar. Sedangkan belanja langsung untuk membiayai lima prioritas pembangunan direncanakan sebesar Rp 267,5 miliar lebih.

EKO

Lebih Lengkap, Baca: The Public Edisi 44

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pembangunan Daerah (PPD) Peringkat I Kategori Perencanaan dan Pencapaian Tingkat Kabupaten

Tanah Datar Peringkat I PPD Tingkat Nasional

SPIRITSUMBAR.com – Sejarah besar ditorehkan Kabupaten Tanah Datar di awal bulan suci Ramadhan 1440 H. ...