Beranda - Pendidikan - Artikel - Pitih Baru Hari Rayo

Pitih Baru Hari Rayo

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Feri Fren (Widyaiswara LPMP Sumbar)

Tidak beberapa lama lagi bulan suci Ramadhan akan segera berlalu, seterusnya disambut dengan datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah. Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan yang selalu dinantikan oleh umat islam karena mereka telah selesaikan melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan.

Bagi masyarakat yang berada diperantauan hal ini merupakan kegiatan rutin yang selalu ditunggu-tunggu untuk pulang kampung guna melepaskan kerinduan dengan sanak keluarga dan karib kerabat. Mereka saling mengunjungi dan bermaaf-maafan antara satu dengan yang lainnya sambil mengucapkan kata minal aidin wal faizin, rasa letih setelah setahun bekerja di perantauanpun hilang dibuatnya seketika.

Ada yang pulang kampung dengan menggunakan kendaraan pribadi dan ada pula yang memakai jasa angkutan umum. Bagi mereka yang berekonomi bagus, mereka bisa pulang kampung dengan menggunakan kendaraan pribadi atau dengan jasa pesawat terbang. Akan tetapi bagi yang berekonomi lemah tak jarang kita mendengar, mereka pulang kampung dengan berdiri di atas angkutan umum, bahkan ada yang duduk diatas gerbong kereta api.

Kondisi lain yang tidak mengenakan sekalipun harus dilalui bagi yang pulang kampung, seperti berdesak-desakan dan berkejar-kejaran saat menaiki angkutan umum, ada yang terjepit bahkan ada yang terinjak. Kadangkala tak jarang dari mereka ada yang tidur satu bahkan sampai dua malam terlebih dahulu di stasiun atau di terminal pemberangkatan angkutan umum untuk menuju kampung halamannya.

Tidak peduli dengan harga tiket pesawat, bis, kapal, atau sewa kendaraan lainnya yang mahal. Tidak peduli waktu dalam perjalanan yang ditempuh sangat lama berjam-jam. Tak peduli cuaca ekstrim yang mereka lalui selama dalam perjalanan, itu semua rela dilakukannya demi suatu kata bagaimana bisa pulang kampung dan melaksanakan kegiatan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman.

Tidak hanya orang rantau, anak-anakpun kalau mendengar kata-kata Idul Fitri sebentar lagi akan datang, mereka juga sangat gembira dan merindukan kedatangannya. Mengapa tidak, dengan datangnya hari Raya Idul Fitri mereka akan bisa pergi jalan-jalan ke sejumlah tempat wisata secara berombongan dan mengunjungi rumah sanak keluarga.

Di Hari Raya Idul Fitri, anak-anak biasanya dengan memakai baju baru, secara berombongan pergi dari satu rumah saudara ke rumah saudaranya yang lain untuk bersilaturrahmi. Kegiatan seperti ini sering juga kita kenal di Sumatera Barat dengan istilah “manambang”.

Betapa bahagianya mereka, ketika mereka datang dan menaiki rumah famili, mereka disuguhi dengan minuman sejenis sirup dan kue-kue lebaran yang enak-enak. Sangat terhormat sekali rasanya bagi mereka yang dalam usia anak-anak bisa dilayani oleh orang-orang yang lebih dewasa darinya.

Mereka didudukkan di kursi tamu yang empuk dan baru yang kadangkala ukurannya jauh lebih besar dari ukuran badannya. Setelah itu mereka ditanya oleh yang punya rumah, dimana tinggalnya, anak siapa, kelas berapa dan lain sebagainya. Setelah beberapa menit percakapan berlalu, si empunya rumahpun mulai merogoh kantong lalu membagi-bagikan uang “Pitih” baru, mereka sangat bahagia sambil mengucapkan terima kasih, lalu minta permisi.

Betapa bahagianya perasaan sang anak saat itu, merekapun menyimpan uang yang diperolehnya ke dalam dompet yang telah mereka persiapkan dan disusun rapi, di pisahkan uang yang nominalnya lebih besar dengan yang kecil. Setelah agak banyak uang mereka kumpulkan, merekapun dengan sesuka hatinya membelanjakan uang yang diperolehnya tanpa ada yang melarang dan membatasinya, wow…..sungguh indah dunia terasa bagi mereka saat itu, mereka ibarat seorang raja yang pada saat itu bisa membuat keputusan sendiri untuk dirinya dengan sesuka hati.

Ketika mereka haus dan lapar, merekapun membeli makanan dan minuman yang disukai dengan uang yang diperolehnya. Bagi anak laki-laki yang sering di beli adalah pistol mainan yang lengkap dengan sejumlah peluru-peluru yang membuat mereka semakin percaya diri dan tambah gagah dimata kawan-kawannya.

Mereka saat itu seakan-akan sebagai aparat keamanan yang memiliki senjata. Kadangkala sesekali peluru dari pistolnya ada juga yang nyasar mengenai tubuh kawan yang lain, tak jarang ini akan menjadi pemicu perkelahian, itulah anak-anak yang sedang asyik dengan dunianya.

Menindak lanjuti keperluan penggunaan uang baru yang nantinya akan dibagi-bagikan kepada anak-anak di hari raya Idul Fitri, dipertengahan puasa sudah banyak orang dewasa yang menukarkan uangnya ke Bank untuk memperoleh uang baru “pitih baru”, tapi hati-hati saat penukaran dengan uang palsu, karena pada saat seperti ini sindikat pengedar uang palsu sangat hebat menjalankan aksinya.

Untuk mencegah beredarnya uang palsu, Bank Indonesia (BI) pun ikut memberikan fasilitas layanan penukaran uang dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Bank-bank tersebut antara lain, BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, BCA, BJB, Bank DKI, CIMB Niaga, Bank Panin, BII, Bank Permata dan lain sebagainya.
Masing-masing Bankpun telah menunjuk sejumlah kantor cabangnya untuk melayani penukaran uang tersebut (http://bisnis.liputan6.com). Penukaran uang dilakukan dalam bentuk pecahan mulai dari seribu sampai lima puluh ribu rupiah.

Adanya uang baru pada saat hari raya kayaknya sudah menjadi budaya bagi masyarakat kita. Agak kurang lengkap rasanya ketika memberikan uang kepada anak-anak di hari raya kalau tidak dalam bentuk uang baru “pitih baru” yang baru keluar dari Bank. Selamat Hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kepala Sekolah Dalam SPMI

Oleh : Feri Fren (Widyaiswara LPMP Sumbar) Kepala sekolah merupakan pemegang kunci kesuksesan dalam sebuah ...