Minggu , 18 November 2018
Beranda - Headline - Piala AFF, Indonesia Ditumbangkan Singapura
TImnas U 22 saat menghadapi Timor Leste
TImnas U 22 saat menghadapi Timor Leste

Piala AFF, Indonesia Ditumbangkan Singapura

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Singapura 1-0 dalam laga perdana Grup B, Piala AFF 2018, di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11/2018) malam.

Kemenangan Singapura dihasilkan melalui sepakan Hariss Harun pada menit 37. Malahan dalam pertandingan ini, pemain Indonesia Putu Gede diusir wasit lantaran tidak mampu mengendalikan emosi.

Kegagalan Indonesia tak terlepas dari minimnya kreasi permainan. Malahan, Hansamu Yama dkk seperti tidak mampu mengembangkan permainan. (Baca : Bima Sakti Yakin Timnas Indonesia Mampu Tumbangkan Singapura)

Sebenarnya, di awal babak pertama, Indonesia mendominasi laga. Namun Singapura mendapatkan kesempatan emas terlebih dahulu pada menit ke-9. Beruntung Andritany Ardhiyasa berhasil mengamankan bola.

Indonesia juga mendapat peluang emas pada menit ke-14 melalui umpan silang Stefano Lilipaly yang mengenai pemain Singapura. Sayang, bola mengenai mistar gawang.

Akhirnya, Singapura mengakhiri kebuntuan pada menit ke-37 melalui gol Harris Harun. Satu menit berselang, Indonesia sempat mencetak gol lewat Alberto Goncalves setelah menerima umpan Irfan Jaya. Namun wasit menganulirnya karena Irfan Jaya lebih dulu masuk jebakan offside.

Pada babak kedua, skuad Garuda belum bisa membongkar pertahanan Singapura. Sejumlah peluang yang dihasilkan tak bisa dikonversi menjadi gol.

Tragisnya, Indonesia harus kehilangan Putu Gede menjelang laga usai karena dia menerima kartu merah. Hingga laga berakhir, Singapura tetap unggul 1-0 yang membuat mereka menempati peringkat kedua klasemen sementara. Peringkat pertama dihuni Thailand yang sukses mengalahkan Timor Leste dengan skor telak 7-0.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggaran Dewan Pers Dipangkas Bakal Perpendek Umur Media Cetak

SPIRITSUMBAR.com – Anggaran Dawan Pers yang selama ini dialokasikan lewat APBN mengalami pengurangan dari usulan ...