Beranda - Berita Pilihan - Petani Harus Melek Teknologi
Petani Kota Solok dalam bercocok tanam masih mengandalkan tenaga manusia dan belum tersentuh teknologi. Ini menyebabkan kalangan generasi muda tak berminat menekuni bidang pertanian. (foto Eri)
Petani Kota Solok dalam bercocok tanam masih mengandalkan tenaga manusia dan belum tersentuh teknologi. Ini menyebabkan kalangan generasi muda tak berminat menekuni bidang pertanian. (foto Eri)

Petani Harus Melek Teknologi

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Solok – Walaupun lahan pertanian kian menyusut karena alih fungsi, namun demikian, Kota Solok masih mempunyai potensi sumberdaya pertanian yang sangat berlimpah untuk memproduksi kebutuhan bahan pangan. Potensi ini baru dapat dimaksimalkan jika petani melek teknologi.

Hal itu dingkapkan Wakil Walikota Solok, Reinier ST MM saat menghadiri acara Peringatan Hari Puncak Krida Pertanian ke 46 di Gedung Kubung 13, Rabu (5/9/2018).

“Teknologi dibidang pertanian masih rendah, akibatnya, minat pemuda untuk terjun dibidang pertanian semakin berkurang. Jarang sekali pemuda yang mau menjadi petani, mereka menganggap dunia pertanian identik dengan kotor,miskin dan sangat melelahkan,”ujar Reinier.

Untuk menarik minat pemuda menekuni bidang pertanian, katanya, maka teknologi pertanian perlu ditingkatkan. Mulai dari pengolahan tanah hingga pasca panen petani seharusnya sudah menggunakan tenaga mesin.

Bukan lagi dengan mengandalkan tenaga manusia. Kemudia petani harus melek teknologi dan senantiasa melakukan inovasi.

Dengan pengusaan teknologi itu, baru stigma buruk tentang petani beransur hilang. Petani yang selama ini dianggap kotor,miskin dan melelahkan akan berubah menjadi profesi yang bercitra sejahtera dan mensejahterakan.

“Dengan citra sejahtera itu, baru pemuda mau menekuni bidang pertanian dan bisa pula dijadikan salah satu upaya mengentaskan kemiskinan,”kata Reinier.

Dikatakannya, penguasaan teknologi di bidang pertanian ini tidak hanya untuk meransang minat pemuda menekuni pertanian. Melainkan juga membuka peluang bagi petani untuk bekerja di luar negeri.

Banyak negara Negara maju seperti Jepang membutuhkan tenaga kerja asing untuk dipekerjakan di bidang pertanian. Kebijakan Negara Jepang ini berpotensi menarik minat petani Indonesia untuk bekerja di negeri matahari terbit ini.

“Pemerintah Kota Solok akan tetap mendorong agar teknologi di bidang pertanian semakin maju dan para petani yang jumblahnya semakin berkurang ini bisa menguasai teknologi,”ujar Reinier. (eri)

Tonton Video Gol Semen Padang FC yang dianulir wasit saat menghadapi Persika Karawang di Liga 2

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bagindo M Leter Rindukan Sosok Donny Moenek

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Walau hanya beberapa bulan menjadi Penjabat Gubernur Sumbar, namun Reydonnyzar Moenek telah ...