Beranda - Headline - Pessel Matangkan Persiapan Minangkabau Cup 2018
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni memotivasi para pemain Bayang dalam Semifinal Minangkabau Cup 2017
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni memotivasi para pemain Bayang dalam Semifinal Minangkabau Cup 2017

Pessel Matangkan Persiapan Minangkabau Cup 2018

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Asosiasi Sepakbola Kabupaten (Askab) Pesisir Selatan terus mematangkan persiapan turnamen Minangkabau Cup 2018.

Berbagai langkah persiapan terus dilakukan jelang match opening babak penyisihan tingkat kabupaten Pesisir Selatan.

Bendahara Askab Pessel, Eddy Junaidi melalui selulernya, Jumat (7/12/2018) mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan. Mulai dari pembagian zona, lokasi pertandingan dan persiapan lainnya.

“Melalui rapat kemarin, kita telah putuskan pertandingan pembuka digelar, Minggu, 6 Januari 2019. Begitu juga dengan pembagian zona. Kita akan kembali mengadakan pertemuan dengan semua stakeholder, Rabu 13 Desember 2018,” ujarnya.

Menariknya, pelaksanaan turnamen kolosal terbesar di Indonesia ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Pesisir Selatan.

Malahan Bupati mengeluarkan surat himbauan kepada para camat di Pessel untuk berpartisipasi mengikuti turnamen yang telah menghasilkan para talenta sepakbola muda ini.

Sebagai komitmen dukungan bupati telah mengeluarkan surat himbauan dengan nomor 76/Askab.Pessel/BPT.PS/1/XII-2018 tanggal 2 Desember 2018.

Tak bisa dipungkiri, ini suatu tantangan  bagi Pesisir Selatan, lantaran pada turnamen tahun lalu, salah satu wakil Pesisir Selatan, yaitu Kecamatan Bayang berhasil meraih posisi Runner up.

Pada partai final, Bayang dikalahkan Koto Tangah, Kota Padang dengan skor 1-3. Koto Tangah merupakan juara bertahan, dimana pada turnamen yang masih bernama Irman Gusman berhasil mengalahkan IV Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman (Salih)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Khatam Bukan Berhenti Baca Al Quran

SPIRITSUMBAR.com – Membaca dan memahami Qur’an sangat perlu sekali Wakil Bupati Dharmasraya, H. Amrizal Dt ...