Beranda - Pariwisata - Event - Peserta TdS 2019, Bakal Tersering Lewati Padang Panjang

Peserta TdS 2019, Bakal Tersering Lewati Padang Panjang

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR, Di musim Tour de Singkarak (TdS) 2019, Kota Padang Panjang bakal dilewati tiga kali oleh 200 riders yang berasal dari 24 negara.
Pertama, pada Etape-I (2/11/2019) dari Pariaman ke Istana Basa Pagaruyung, Etape- III ( 4/11/2019) sebagai lokasi finish dari Lembah Harau 50 Kota dengan jarak lintasan 125,6 KM, serta etape V dari Payakumbuh – Ambun Pagi Agam.

Karena itu Wakil Walikota, Asrul , menghimbau masyarakat bisa memanfaatkan momen ini sebagai peluang ekonomi.



Didampingi Sekdako Sony Budaya Putra, Kadis Pariwisata, Medi Rosdian dan Kabid Kominfo Dinas Kominfo, Zulheri, Wawako Asrul dalam jumpa persnya menyebut, ini satu keuntungan besar bagi kota Padang Panjang. Sehubungan dengan itu Wawako minta pihak terkait bisa mengemasnya semenarik mungkin , disamping memberi rasa aman dan nyaman pada peserta TdS dan pengunjung.



Dengan begitu TdS diharapkan dapat menggenjot pendapatan usaha kuliner, perhotelan, transportasi dan lainnya. Sebab, orang dari luar daerah akan berbondong-bondong masuk kesini untuk menyaksikan agenda resmi UCI (Union Cycliste International) ini. Mereka butuh makan, minum, penginapan, atau souvenir untuk dibawa pulang.

Artikel Lainnya

loading…


Apa memang begitu? Ketika salah seorang wartawan mengumpan balik, multiplier effect seperti apa yang akan didapat sementara sang riders, kru dan official diinapkan di hotel berkelas, bukan homestay milik penduduk, di Kubu Gadang, misalnya. Makan minum sampai souvenir juga disediakan secara cuma-cuma.

Soal promosi wisata, kapan si bule akan mengenal Kubu Gadang yang selalu digadang-gadang sebagai destinasi wisata digital. Sementara rute loop TdS dikota kecil 23 Km2 ini, tidak menyentuh desa Kubu Gadang sama sekali. Kapan mereka merasakan aneka jajanan rakyat kalau tidak “dilepaskan “ di pasar atau di pusat kuliner?

Medi Rosdian Plt Kadis Pariwisata Kota Padang Panjang juga tidak menutup mata akan hal ini. Sebab kita di daerah tidak bisa berbuat banyak. Skedulnya sudah diatur oleh panitia pusat. Bagi kita sekarang, sukses TdS akan melambungkan nama kota ini ke dunia internasional, bahwa Padang Panjang, Ranah Minang dan Indonesia secara umum, itu aman untuk dikunjungi.

Seperti disampaikan dalam jumpa pers, persiapan TdS terus dipacu. Dari beberapa kali survey, dipastikan jalan tikungan yang akan dilewati sudah mulus.Walau begitu Wako Asrul masih mengingatkan panitia lokal lebih jeli lagi mengawasi daerah daerah rawan seperti Kebun Sikolos yang sarat lalu lintas, apalagi finish stage 3 bertepatan dengan hari pekan Padang Panjang.Kepada masyarakat disekitar jalan yang dilewati TdS juga dihimbau agar mengandangkan ternaknya.

Biar lebih memeriah TdS 2019 yang diikuti 20 tim yang berasal dari 24 negara dengan rute lintasan 1.362 km terdiri 9 etape itu, Pemko Padang Panjang mendirikan panggung besar di sekitar gerbang finish Jalan Sudirman Padang Panjang. Selain pembagian hadiah pemenang TdS panggung ini berfungsi untuk penampalin hiburan dan kesenian bagi pelajar kota itu. Disana juga ada boot -boot mahasiswa dari ISI menggelar souvenir dan kuliner hasil karya mereka.

Kalau 10 iven TdS sebelumnya cuma mencakup daerah Sumbar kini meluas ke 2 daerah Kerinci dan Sungai Penuh di Provinsi Jambi. Pebalap akan menjajal “Kota Sakti “ itu pada etape 8 dan 9 .

Lebih special lagi, jumlah negara peserta yang akan memperebutkan total hadiah Rp. 2,3 milyar itu naik jadi 24 negara. Masing masing, China, Iran, Filipina, Kamboja, Malaysia, Vietnam, Greece, Perancis, Irland, Sepanyol, Eritria, Rusia,Mongolia, Turkey, Mordova,Latvia,Inggris, Jerman, Australia, Brunei Darussalam, Netherland, Thailand, Swiss dan tuan rumah Indonesia.

Pada TdS X/2018 Padang Panjang ditetapkan sebagai lokasi start stage VII menuju kabupaten Solok Selatan dengan panjang rute 193.7km ini. Ditahun pertama duet kepemimpinan Fadly Amran- Asrul itu peserta diinapkan pada 4 hotel yang ada.Pada malam hari diadakan malam keakraban di Mifan Silaiangbawah. Diperkirakan itu salah satu penyebab Pemko jauh lebih ngirit menggelontorkan anggaran TdS dari Rp 800 juta tahun 2018 menjadi Rp. 200 juta tahun 2019.



Sayangnya Dari sejumlah peserta TdS yang pernah diwawancara The Public/Spiritsumbar tahun lalu, diantaranya Ghader Misbani, Amir Zargari dari tim Pishgaman Yazd Iran, Liberry dari Australia, lebih memilih istirahat di hotel ketimbang menghadiri dinner atau malam keakraban. Bukan tidak menghargai, tapi me-refresh tenaga untuk persiapan balap esok hari, ujarnya suatu kali. ( yetti harni)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Ekonomi Melambat, Ketua DPD RI Ajak Kadin Selalu Berkreasi

  SpiritSumbar com, Surabaya – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Lanyalla Mahmud Mattalitti mengajak ...