Kamis , 19 September 2019
Beranda - Headline - Perusak Rumah Kontrakan di Jember Diduga Karena Pengaruh Miras

Perusak Rumah Kontrakan di Jember Diduga Karena Pengaruh Miras

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Jember – Parmenas atau Jau (20), Yakup (21), Samuel (24) dan Jak (23), saat ini dalam proses pencarian personel TNI dan Kepolisian
Kabupaten Jember. Pasalnya, mahasiswa asal Papua tersebut, diduga telah
merusak beberapa perabotan kontrakan milik salah satu warga di Jalan
Danau Tondano, RT 04, RW 06, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Kejadian itu bermula ketika warga Jalan Danau Tondano, digegerkan dengan adanya suara keributan di kontrakan yang dihuni oleh para mahasiswa Papua tersebut.

“Suaranya ramai sekali, semua warga keluar. Ternyata suaranya dari kontrakan itu. Kayak habis ada pesta minuman keras,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

“Tadi saya lihat, ada salah satu penghuni kontrakan yang lari. Mungkin di keroyok,” imbuhnya.

Sementara itu, dihubungi mengenai kejadian itu, Dandim 0824/Jember, Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin, S.Sos, M.I. Pol, membenarkan hal tersebut.

Menurutinformasi yang ia terima, beberapa warga yang berada di area kontrakan itupun, sudah melaporkan ke pihak Koramil dan Polsek setempat.

Selain pesta miras dan menimbulkan keresahan, imbuh Dandim, para mahasiwa pun merusak berbagai perabotan kontrakan tersebut.

Tidak hanya itu saja, ketika dilakukan pengecekan oleh personel Koramil dan Polsek Sumbersari, tak disangka, ternyata di dalam kontrakan tersebut telah ditemukan puluhan botol minuman keras dan gambar bintang kejora di bagian tembok kontrakan, serta berbagai perabotan rumah dalam kondisi berserakan.

“Ketika tiga pilar Sumbersari mengecek kontrakan itu, tidak ada satupun mahasiwa Papua disana, kemungkinan sudah kabur. Anehnya, banyak atribut-atribut yang berkaitan dengan gerakan Separatisme Papua,” jelas Letkol La Ode.

“Kami langsung memerintahkan Danramil setempat untuk segera menghapus lambang separatisme, dan membuang botol-botol miras itu,” imbuhnya.

Almamater Akademi Militer tahun 2001 itu juga mengimbau
seluruh warga, khususnya RT dan RW di Kabupten Jember untuk lebih selektif ketika memberikan ijin bagi warga pendatang yang ingin menetap
di setiap daerah di Jember.

“Sekarang aparat tiga pilar akan bekerja lebih ekstradalam melakukan pengawasan. Kami juga meminta kepada seluruh warga untuk lebih cermat dan teliti dalam mengecek data pribadi setiap pendatang,” tegasnya.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Perkuat Kewenangan DPD RI Dengan Politik Hukum

SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Kewenangan DPD RI dalam sistem ketatanegaraan Indonesia dapat diperkuat dengan politik hukum, ...