Beranda - Headline - Pertamina Serahkan Bantuan APD untuk Rumah Sakit Rujukan Padang

Pertamina Serahkan Bantuan APD untuk Rumah Sakit Rujukan Padang

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Rumah sakit masih mengeluhkan keberadaan Alat Pelindung Diri (APD) yang masih jauh dari cukup.

Disisi lain, jumlah pasien yang psitif Covid-19 dan butuh perawatan terus mengalami peningkatan.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M. Faqih, mengungkapkan produksi APD saat ini pun hanya bisa memenuhi 105.000 buah. Padahal, menurut perhitungan para ahli kebutuhan APD adalah 20 persen dari jumlah pasien terjangkit virus.



Guna mendukung penanganan COVID-19 di wilayah Sumbar, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I memberikan bantuan APD kepada Pemerintah Kota Padang.

“APD ini kami serahkan kepada Pemkot Padang untuk petugas medis yang menangani COVID-19. Semoga dapat membantu para petugas medis dalam merawat pasien dan menghindari pekerja medis tertular COVID-19,” tutur Roby Hervindo, Unit Manager Comm, Relations, & CSR MOR I.

Roby menambahkan APD yang diberikan lengkap yaitu pakaian hazmat sebanyak 50 buah, sarung tangan sebanyak 50 buah, masker N95 sebanyak 120 buah, sepatu bot sebanyak 50 buah, serta kacamata sebanyak 80 buah.

Walikota Padang, H. Mahyeldi, menerima langsung bantuan yang diserahkan oleh Pertamina pada hari Selasa (7/4/2020). Mahyeldi memberikan apresiasi kepada Pertamina yang cepat tanggap dalam memberikan bantuan khususnya untuk tenaga medis.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Pertamina yang sudah berkenan untuk memberikan APD ke Pemkot Padang. Seluruh APD ini akan kami berikan untuk petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasidin Padang,” ujar Mahyeldi.

RSUD dr. Rasidin sendiri, lanjut Mahyeldi, merupakan salah satu rumah sakit di Sumatera Barat yang menjadi rujukan untuk pasien COVID-19. Berdasarkan data dari situs resmi Pemprov Sumbar, hingga Rabu (08/04) tercatat sejumlah 95 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

“Melalaui bantuan Pertamina Peduli ini, kami berharap dapat terus melakukan sinergi untuk mendukung pencegahan penyebaran COVID-19,” ujarnya.



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pilkada Serentak 2020 Tanpa Kampanye Akbar

  Spiritsumbar.com,Solok- Penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 berbeda dengan Pikada sebelumnya, karena dilakukan ditengah pandemi Covid-19. Namun ...