Beranda - Foto - Penyusunan RPIP, DPRD Sumbar Raker Dengan Kabupaten/Kota
Raker DPRD Sumbar dengan Kabupaten-kota
Raker DPRD Sumbar dengan Kabupaten-kota

Penyusunan RPIP, DPRD Sumbar Raker Dengan Kabupaten/Kota

Print Friendly, PDF & Email

Inventarisasi potensi industri kabupaten dan kota tersebut, menurut Widayatmo, dibutuhkan untuk pedoman dalam menyusun rencana pembangunan industri provinsi. Dengan demikian, pengembangan produksi industri dapat lebih terencana, terarah dan terukur. Dia meminta, seluruh kabupaten dan kota dapat segera menyusun draft Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/ kota (RPIK) sehingga setelah RPIP tuntas, dapat dilanjutkan dengan penetapan RPIK.

Anggota Komisi II DPRD Sumatera Barat lainnya, Komi Chaniago mengingatkan agar seluruh kabupaten dan kota memberikan perhatian lebih serius kepada pengembangan industri terutama produk olahan dari potensi daerah masing-masing. “Pemerintah daerah harus lebih serius memperhatikan ini. Kita harus bersiap menuju era industri dan fokus kepada pengolahan komoditi potensi daerah masing-masing,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, beberapa daerah mengajukan usulan baru, selain dari potensi produksi industri yang sudah masuk di dalam draft sepuluh produk industri unggulan. Seperti dari Kabupaten Agam yang meminta dimasukkan dalam industri sayur serta Sijunjung yang meminta memasukkan industri tekstil.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Padang Zabendri meminta, usulan-usulan baru tersebut hendaknya segera dilengkapi dokumen pendukungnya. Sehingga, dalam finalisasi pembahasan nanti, usulan tersebut bisa diakomodir.

Anggota Komisi II dari Fraksi Golkar, Zigo Rolanda meminta, pemerintah kabupaten dan kota juga mempertimbangkan tingkat produksi dari produk yang diusulkan. Ketersediaan komoditi baik bahan baku maupun hasil produksi juga perlu dipertimbangkan sebelum menjadikannya sebagai produk unggulan. “Jangan sekedar masuk dalam daftar produk unggulan tetapi ketersediaan komoditi tidak memadai. Belajar dari pengalaman ketika mengikuti ekspo di luar negeri, ada daerah yang memajang hasil produksinya namun tidak tersedia untuk jumlah besar,” katanya.

Provinsi Sumatera Barat saat ini tengah merampungkan pembahasan Ranperda RPIP tahun 2017-2037 dengan mengusung sepuluh produksi industri unggulan. Diantaranya adalah industri pengolaan hasil laut dan perairan, industri pengolahan Kakao, industri makanan ringan, industri pengolahan Gambir, industri semen dan turunannya, industri tekstil dan produk tekstil, industri maritim dan industri Alsintan.

Beberapa daerah kabupaten dan kota dalam industri unggulan tersebut bisa menjadi daerah sentra produksi sekaligus menjadi sentra bahan baku namun ada juga daerah yang hanya menjadi sentra industri namun tidak memiliki ketersediaan bahan baku.

Sebaliknya, ada daerah yang hanya menjadi sentra bahan baku namun tidak menjadi daerah sentra produksi. Untuk industri seperti tekstil, alsintan, dan industri maritim sebagian besar bahan baku didatangkan dari luar provinsi.

Sebagian besar daerah di Sumatera Barat menyatakan siap dengan RPIP tersebut. Bahkan, Kabupaten Padang Pariaman telah menyiapkan lahan seluas 70 hektar untuk areal khusus industri dengan nama Kawasan Industri Padang Pariaman (KIPP).

Dalam rapat kerja tersebut, anggota Komisi II lainnya yang hadir adalah Novrizon, Zusmawati dan Suhemdi. Ranperda RPIP Sumatera Barat ini ditargetkan tuntas sebelum perombakan Alat Kelengkapan DPRD (AKD) Provinsi Sumatera Barat, akhir Pebruari 2018 mendatang. (SALIH)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Nasrul Abit Lepas Calon Haji Kloter Padang

Spiritsumbar.com, Padang – Mendapat rahmat Allah pergi haji saat ini butuh waktu, memdaftar hari ini ...