Beranda - Pariwisata - Destinasi - Pengunjung Kecewa, HWB Pinang Awan Tak Terawat

Pengunjung Kecewa, HWB Pinang Awan Tak Terawat

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Pengunjung Objek wisata Hot Water Boom (HWB) Pinang Awan Kecamatan Pauhduo, Kabupaten Solok Selatan yang berdatangan dari luar daerah ini kecewa. Pasalnya, saat ingin memanfaatkan libur panjang tahun baru 2019 dengan mendatangi lokasi tujuan wisata yang terkenal dengan air panasnya ini tidak dapat menikmati fasilitas pemandian yang ada. Objek pemandian tersebut, terkesan tidak terawat.

Kolam pemandian orang dewasa lebih kurang seluas 50×20 m itu terlihat sudah retak dan tidak terisi air. Kolam pemandian anak- anak yang ada seluncuran juga kering kerontang, kolam terapi pria juga tidak ada air, kecuali satu- satunya yang ada airnya adalah kolam terapi wanita.

Dampaknya,  kaum ibu bersama anak- anak terpaksa mandi berdesakan di kolam yang luasnya kurang lebih 3×2 m ini. Sementara fasilitas kamar ganti pakaian, kamar wc dan ruang shalat sudah banyak yang rusak. Krannya sudak banyak yang copot, wc nya tidak berair dan tersumbat, kunci kamar sudah pada rusak dan baunya menusuk hidung.

Fasisilitas yang bisa dimanfaatkan pengunjung yang datang dari sungaipenuh, Kerinci, Kayu Aro, Dharmasraya, Alahanpanjang, Surian dan Solok Selatan sendiri hanya memanfaatkan air panas alam yang mendidih untuk sekedar merebus telur, pisang dan bahan makanan lainnya yang disediakan pedagang kecil di lokasi ini.

Kadis Pariwisata Solok Selatan, Harri Trisna ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya Kamis (3/1/2019)  mengaku, memang sejak 2 bulan lalu HWB ini mengalami kerusakan di beberapa titik.  Terutama kolam pemandian tidak terisi air, disebabkan adanya pipa yang bocor sekitar 3 km dari lokasi akibat tertimpa pohon. Namun belum diperbaiki, sehubungan dana perawatan tidak tersedia dari APBD II Solok Selatan katanya.

Terkait dengan kerusakan beberapa fasilitas umum di lokasi,  honorer penjaga juga tidak tersedia, termasuk tidak ada UPTD yang akan mengelolanya, kata Harri.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat Syahrul Katik yang juga pernah mengawasi lokasi pada tempat terpisah mengaku, sejak beberapa bulan terakhir honor petugas sebanyak 35 orang sudah tidak dibayarkan lagi oleh Pemda. Sehingga tidak ada yang bertanggung jawab mengawasi dan mengamankan lokasi.

” Sejak beberapa hari setelah tahun baru, para petugas kembali difungsikan Pemda, sehingga pipa yang bocor sudah diperbaiki dan kolam kembali sudah terisi air “, katanya.

Anggota DPRD Solok Selatan Mukhlis, ST ketika dikonfirmasi pada tempat terpisah mengatakan, bahwa anggaran untuk pengembangan objek wisata di daerah sudah tersedia, tergantung Institusi bersangkutan mempergunakan mana yang mendesak.

Mukhlis mengaku, untuk pengelolaan objek wisata yang representatif memang memerlukan investor, karena tidak terdukung dengan dana APBD II yang masih terbatas, ujarnya. (Aj).

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Komplek Kauman Padang Panjang

Thawalib Padang Panjang Rengkuh Kejayaan Masa Lalu

SPIRITSUMBAR.com – Menyusul “serbuan” pelamar pada 2018 lalu, Perguruan Thawalib Padangpanjang terus berinovasi memacu kebangkitan ...