Beranda - Headline - Pengesahan Perda Nagari Akhiri Masa Sidang DPRD Sumbar Tahun 2017
Rapat Paripurna DPRD Sumbar penutupan masa sidang 2017
Rapat Paripurna DPRD Sumbar penutupan masa sidang 2017

Pengesahan Perda Nagari Akhiri Masa Sidang DPRD Sumbar Tahun 2017

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Nagari menjadi Peraturan Daerah (Perda), Jumat (29/12/2017) malam.

Rapat Paripurna tersebut juga dengan agenda penutupan masa persidangan ketiga tahun 2017 dan pembukaan masa persidangan pertama tahun 2018.

Pengambilan keputusan dimulai dengan pandangan dari semua fraksi dihadapan anggota DPRD dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov. Sumatera Barat. Namun, dalam rapat paripurna yang juga beragenda Pengambilan keputusan Ranperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil Tahun 2017-2037 harus ditunda lantaran masih diperlukannya komunikasi lebih lanjut.

Dihadapan rapat paripurna, Ketua Pansus Ranperda Nagari, H. Aristo Munandar menjelaskan walau penetapan nagari menjadi desa adat merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota, namun UU nomor 6 tahun 2014 memberikan kewenangan khusus kepada provinsi dalam mekanisme penataan desa adat. “Berdasarkan kewenangan inilah Provinsi Sumatera Barat merasa perlu untuk membentuk Perda tentang Nagari,” ujarnya.

Dia menegaskan secara yuridis, Ranperda ini merupakan prasyarat bagi pemerintah kabupaten/kota untuk membentuk perda tentang penetapan nagari sebagai desa adat. “Tanpa ranperda ini pemerintah kabupaten/kota  di Sumatera Barat belum dapat membentuk Perda tentang Nagari yang berstatus sebagai desa adat,” ujarnya.

Disamping itu ujarnya, ranperda ini menjadi pedoman bagi pemerintah kabupaten/kota dalam penyusunan perda tentang nagari. Khususnya, dalam tiga materi muatan, yaitu susunan kelembagaan, pengisian jabatan dan masa kerja kepala nagari.

Semua fraksi di DPRD Sumbar sebagai Ranperda Nagari disahkan menjadi peraturan daerah. Namun, diantara fraksi juga memberikan berbagai catatan. (Salih)

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Timnas Indonesia U-19 versus Qatar di penyisihan Grup A

Timnas U-19 Dihajar Qatar, Ini Kata Indra Sjafri

Spiritsumbar.com – Tim Nasional Indonesia U-19 harus mengakui keunggulan Qatar dengan skor 5-6 pada laga ...