Beranda - Pendidikan - Apresiasi - Penetapan Balon Partai NasDem Tergantung Elektabilitas
Drs. H. Apris, MM
Drs. H. Apris, MM

Penetapan Balon Partai NasDem Tergantung Elektabilitas

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Kota Padang 2018 makin menarik untuk dicermati. Beberapa nama terus mencuat dan partai politik juga sudah ada yang membuka pendaftaran.

loading…


Seperti yang dilakukan oleh Partai NasDem dengan membuka pendaftaran beberapa waktu lalu. Lima nama bakal bersaing untuk mendapatkan tempat di partai besutan Surya Paloh ini. Mereka adalah Emzalmi, Alkudri, Desri Ayunda, Muhammad Ichlas el Qudsi dan dari calon internal yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kota Padang, Drs. H. Apris, MM.

Menariknya, walau belum ada partai yang memutuskan pasangan yang akan diusung, namun beberapa calon sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk menentukan pasangan. Seperti yang selalu digembar gemborkan, Emzalmi bakal berpasangan dengan Desri Ayunda.

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPD Partai NasDem Kota Padang, Drs. H. Apris menegaskan partainya belum ada memutuskan dalam mengusung pasangan bakal calon walikota/wakil walikota. Malahan ujarnya, keputusan itu baru akan diambil satu bulan jelang pembukaan pendaftaran oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Sampai hari ini, Partai NasDem masih menungguh hasil elektabilitas dari masing-masing calon. Karena, kita akan mengusung calon yang memiliki keterpilihan paling tinggi dari mereka yang mendaftar,” Anggota DPRD Sumbar, yang juga siap bersaing dengan kandidat lainnya.

Malahan, Wakil Ketua DPRD Sumbar periode 2004/2009 ini mengaku didorong oleh kader Partai NasDem agar ikut serta dalam Pilkada serentak Kota Padang 2018. Apalagi, dia juga pernah berkiprah di Kota Padang sebagai Anggota DPRD Padang periode 1999/2004.

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


Artikel lainnya:

loading…


loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dua dari tiga pelaku Narkoba di Dharmasraya

Dalam Satu Malam, Polres Dharmasraya Cokok Tiga Pengedar Narkoba

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Dalam satu malam, tiga orang pemuda diduga pemakai dan pengedar narkoba di ...