Beranda - Berita Pilihan - Pencairan Dana Rajawali Melalui Pergub Bansos
Hidayat
Hidayat

Pencairan Dana Rajawali Melalui Pergub Bansos

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) gelar rapat tertutup membahas pencairan dana Rajawali dengan mitra kerja Senin (12/3/2018).

Dalam rapat tersebut berhasil diputuskan, dana hibah PT Rajawali akan disalurkan dengan berpegang pada payung hukum tentang hibah bansos.

“DPRD dan Pemprov sepakat Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 12 tahun 2014 tentang Hibah dan Bansos direvisi,” ujar Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Hidayat, pada wartawan, Senin (12/3/2018).

Dalam revisi ujarnya, akan diakomodir soal penggunaan dana rajawali yang sudah bertahun-tahun mengendap. “Selain akan menjadikan Pergub tentang hibah bansos sebagai payung hukum, yang dimanfaatkan dari dana ini hanyalah bagi hasil atau bunganya saja. Sementara dana yang sekarang mencapai Rp80 miliar didepositokan dan tetap menjadi dana abadi,” ujarnya.

Ditambahkan Hidayat, terkait revisi Pergub Nomor 12 tahun 2014, segala hal yang diperlukan akan dipersiapkan sebelum 20 Maret. Selanjutnya, setelah syarat-syarat pengusulan revisi Pergub lengkap, pengajuan akan dilakukan ke Kemendagri.

Dengan direvisinya Pergub, penyaluran dana PT Rajawali akan memiliki aturan layaknya penyaluran hibah bansos. Dimana dalam penyaluran hibah dan bansos mekanisme yang berlaku secara umum adalah by name, by address by verification.

Hanya saja untuk penyaluran dana beasiswa verifikasi akan ditiadakan yang akan diberlakukan adalah rekomendasi. “Tidak perlu dilakukan verifikasi karena tentunya akan menambah beban anggaran. Cukup rekomendasi dari kepala sekolah atau dinas pendidikan,” ujarnya. Hal tadi menurut dia adalah teknis pelaksanaan yang nantinya diserahkan sepenuhnya kepada kewenangan pihak eksekutif. Pada prinsipnya,” ujarnya.

DPRD Sumbar sangat mendorong bagaimana dana yang sudah mengendap sekian lama itu bisa disalurkan sehingga masyarakat bisa menikmati manfaat dari bantuan tersebut.

Terkait teknis penyaluran, dikatakannya, tidak seluruh bunga deposito digunakan. Sekitar 10 persen dari bunga akan dimasukkan kembali ke dalam modal deposito.

“Jadi hanya 90 persen yang akan disalurkan, sementara 10 persen lainnya dimasukkan kembali sebagai penambahan modal sehingga setiap tahun deposito bertambah,” paparnya.

Dana hibah dari PT Rajawali telah mengendap di kas daerah sejak Tahun 2009. Dana ini diperuntukkan sebagai beasiswa bagi masyarakat miskin. Awalnya berjumlah Rp50 miliar, sekarang sudah berbunga menjadi Rp80 miliar. Namun sudah lebih dari 8 tahun, belum sepeser pun dana tersebut disalurkan ke masyarakat. (Salih)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kotak Suara Terbakar di Kantor Camat Koto XI Tarusan

SPIRITSUMBAR.com – Kotak suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir ...