Beranda - Berita Pilihan - Pemuda Muhammadiyah Sumbar Gelar Seminar Kebhinnekaan
Muhayatul
Muhayatul

Pemuda Muhammadiyah Sumbar Gelar Seminar Kebhinnekaan

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Indonesia negara yang majemuk dengan beragam perbedaan. Namun, semua terasa indah karena tingginya rasa toleransi antar sesama. Apalagi, perbedaan itu terkemas secara apik dengan slogan berbeda  beda tapi tetap satu atau Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman malah menjadi kekayaan lantaran dipayungi oleh rasa toleransi.

Namun, belakang rasa kebersamaan dan toleransi mulai tergerus oleh kepentingan pribadi dan golongan. Tragisnya, saling sikat dan sikut sudah seperti hal lumrah. Fitnah dan kabar bohong (hoaks) untuk menjatuhkan sesama anak bangsa makin menghiasi halaman media sosial dan media massa. Jika dibiarkan, bukan mustahil kondisi ini sangat merugikan pada negari tercinta.

Pemuda Muhammadiyah Sumbar berupaya ikut andil untuk mencari solusi terhadap kondisi saat ini dengan menggelar seminar nasional.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Sumbar Sumbar Muhayatul menegaskan perlu solusi terhadap kondisi bangsa saat ini. “Mudah mudahan seminar nasional, kebhinnekaan dan Toleransi ini bisa memberikan solusi. Minimal untuk mengingatkan pentingnya kebhinnekaan dan tolerasi dan berbangsa dan bernegara,” ujarnya di Padang, Rabu (22/11/2017) .

Menurut Muhayatul, seminar nasional dengan  tema “Kebhinnekaan & Toleransi” akan digelar di Pangeran City Hotel pada Jumat, 24 November 2017 . Adapun sebagai narasumber Nasrul Abit (Wakil Gubernur Sumbar) Keynote Spech, Nasrrullah (Staf Khusus Kemendikbud), Shofwan Karim (Ketua Muhammadiyah Sumbar), Genius Umar (Wakil Walikota Pariaman) dan Taufiq Efendi (Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar).

“Seminar nasional akan dihadiri  150 orang yang merupakan utusan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah se Sumatera Barat,” ujar Muhayatul yang didamping Sekretaris Roni Hidayat. (SALIH)

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Diduga SK Ganda, PAN Bukittinggi Punya Dua Ketua

Spiritsumbar.com – Belum selesai persoalan DPW PAN Sumbar yang meminta Ali Mukhni mundur oleh kadernya, ...