Beranda - Pendidikan - Apresiasi - Pemko Reward Penggagas Museum Gudang Ransum

Pemko Reward Penggagas Museum Gudang Ransum

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Almarhum Amran Nur, mantan Walikota Sawahlunto dinobatkan sebagai perintis berdirinya Museum Gudang Ransum oleh Pemki Sawahlunto.

Selain Amran Nur sejumlah tokoh yang peenah berjasa seperti Sri Setyawati, mantan Kepala Museum Goedang Ransoem, kemudian mereka yang terlibat dalam konservasi awal museum, Ayang dan Man dari Museum Adityawarman Provinsi Sumbar.
Untuk pemilik koleksi, diwakili Timbul. Sementara dari mantan Kepala Museum, diwakili oleh Rika Cheris.

Penghargaan dari Pemko Sawahlunto ini diserahkan oleh Wakil Walikota Zohirin Sayuti yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Hendri Thalib.

Selain menyerahkan penghargaan, Wakil Walikota Zohirin Sayuti juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang sejumlah perlombaan yang digelar memeriahkan momen bersejarah Museum Goedang Ransoem ini. Sejumlah perlombaan itu, yakni Lomba Mewarnai, Lomba Ranking 1, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Fotografi dan Lomba Kuliner.

Dalam sambutannya, Wawako Zohirin Sayuti mengatakan bahwa ke depan, pengelolaan museum harus ditingkatkan agar tingkat kunjungan juga mengalami kenaikan.

“Dalam rangkaian 100 tahun Dapur Umum hingga Museum Goedang Ransoem ini, kemaren sudah digelar seminar tentang pengembangan museum dan sebagainya. Ini adalah bekal, modal yang sangat bagus untuk pengembangan museum – museum kita di Sawahlunto ini. Maka itu, ilmu dan referensi yang diperoleh dari seminar dengan narasumber – narasumber hebat kemaren, tolong tindaklanjuti dan terapkan agar museum lebih baik dan kunjungan meningkat,” sebut Zohirin.

Dituturkan Zohirin, potensi wisata sejarah Sawahlunto sangat kaya dan bagus. Maka memaksimalkan potensi tersebut, adalah tugas bersama Pemerintah Kota dan segenap elemen lain, termasuk dukungan masyarakat.

“Kita punya potensi banyak dan hebat. Lihat sejarah, betapa Belanda saja begitu mengistimewakan kita. Ini jangan kita sia – siakan, kita harus mengelola potensi ini dengan baik,” ujar mantan Sekda Sawahlunto itu.

Untuk itu, sejumlah inovasi, termasuk menggandeng kemajuan teknologi informasi (TI) harus dipakai untuk mengembangkan museum Goedang Ransoem ini. Sebab tanpa inovasi, maka perjalanannya akan monoton, sehingga tanpa warna, menyebabkan lemahnya kunjungan.

Wawako Zohirin dalam kesempatan itu juga mengusulkan agar seluruh pelajar di “Kota Arang” ini difasilitasi dan diwajibkan untuk berkunjung ke museum – museum di kota itu. Sehingga generasi muda sejak awal dikenalkan dan diakrabkan dengan sejarah kota.

Momen acara puncak 100 tahun Dapur Umum hingga Museum Goedang Ransoem ini juga diwarnai dengan pemotongan tumpeng dan penampilan drama Bahasa Tangsi. (Rni)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Disdikbud Pessel Gelar Diklat Asesor PKG

SPIRITSUMBAR.com – Dalam rangka memenuhi kebutuhan jumlah asesor Penilaian Kinerja Guru (PKG), Dinas Pendidikan dan ...