Beranda - Berita Pilihan - Pemkab Dharmasraya Bantu Korban Gempa di Solsel

Pemkab Dharmasraya Bantu Korban Gempa di Solsel

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), mengirimkan bantuan untuk korban gempa Sungai Kunyit Solok Selatan, sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa daerah itu.

Kepala Dinas Sosial Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Dharmasraya, Bobi Perdana Riza di Pulau Punjung, Sabtu. 02/02 mengatakan

“Bantuan yang kami kirimkan berupa logstik, selimut, tenda, dan mobil dapur umum keliling,” ¬†ujarnya

Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Dharmasraya berangkat menuju Sungai Kunyit membawa 40 kardus mie instan, 40 paket lauk pauk, 36 helai selimut, tiga paket kid ware, tiga karung baju laik pakai, tenda, dan satu unit mobil dapur, kata dia.

Bantuan yang dikirimkan di sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Sungai Kunyit yang terdampak gempa pada Kamis (27/2/2019) dini hari.

“Sesuai permintaan Dinsos umum, Selatan bantuan yang paling dibutuhkan kendaraan dapur umum karena mereka belum memiliki, jadi dengan kehadiran mobil dapur umum bisa menjadi solusi untuk memasak logistik di lokasi terdampak bencana,” ungkap dia.

Ia berharap semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat, kemudian kondisi Solok Selatan cepat pulih dan masyarakat cepat bangkit kembali dan hidup seperti biasanya.

Gempa bumi yang melanda Solok Selatan pada Kamis (28/2/2019) lalu merusak 479 rumah di tiga kecamatan, yakni Sangir Jujuan, Sangir Balai Janggo, dan Sangir Batang Hari.Rumah warga yang rusak, rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan, paling berada di Kecamatan Sangir Balai Janggo pada tiga Nagari Sungai Kunyit, Sungai Kunyit Barat dan Talunan Maju.

Gempa bumi itu juga merusak fasilitas umum berupa sekolah tujuh unit, sarana ibadah dan kesehatan masing-masing tiga unit serta kantor pemerintah dan kios pasar masing-masing satu unit.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Smenetapkan masa tanggap darurat gempa bumi selama 14 hari karena butuh waktu lama untuk pemulihan pascabencana.(eko)

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Final MKC II, Para Finalis Bakal Adu Suporter

SPIRITSUMBAR.com – Turnamen kolosal terbesar di Ranah Minang telah mencapai puncaknya. Empat tim bakal bertarung ...