Beranda - Headline - Pelantikan Bupati Baru, Kepala Sekolah Dipalak?
Kantor Dinas Pendidikan Kab. Limapuluh Kota
Kantor Dinas Pendidikan Kab. Limapuluh Kota

Pelantikan Bupati Baru, Kepala Sekolah Dipalak?

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Ketika terjadi prosesi pimpinan daerah, kerap terjadi kepala sekolah dan guru-guru menjadi korban pemalakan atasan.

Mereka diminta untuk memberikan sebentuk sumbangan materi yang kegunaannnya untuk ini dan itu. Cerita duka ini kini terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Sepertinya, para Kepala Sekolah (Kepsek) benar-benar tidak berdaya dengan ulah oknum Kepala Dinas yang memerintahkan mereka agar menyumbang untuk mensukseskan acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati.

Setidaknya, hal itu dialami ratusan Kepala Sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota. Mereka harus rela dan pasrah menjadi korban pungutan liar akibat kekuasaan sang Kepala Dinas, Radimas, demi kepentingan ‘menjilat’ yang dilakoninya guna melanggengkan jabatannya.

Aksi punggutan liar (pungli) yang dilakukan oknum Kadinas, Radimas, berawal dari pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota yang berlangsung, Rabu (17/2/2016).Ternyata, untuk memeriahkan acara tersebut oknum Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh, Radimas, memerintahkan kepada seluruh Kepala Bidang dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan untuk melakukan punggutan kepada seluruh kepada sekolah mulai dari tingkat TK,SD, SMP dan SMA yang ada di daerah itu.

Menurut informasi yang diperoleh, uang yang dipungut dari kepala sekolah itu besarannya bervariasi, untuk PAUD terdiri dari TK dan KB sebesar Rp80.000,- SD Rp150 ribu, SMP dan SMA sebesar Rp375 ribu.

Modus punggutan liar itu dilakukan secara berjenjang, dimulai dari perintah Kepala Dinas, Radimas, kepada para Kabid serta berlanjut kepada Kepala UPT Pendidikan tingkat kecamatan dan seterusnya kepada Ketua Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah, (MK3S) tingkat SD,SMP dan SMA serta Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK) dan Ketua Himpunan Pendidik Usia Dini (HIMPAUDI).

Kepada anak buahnya itu, Radimas, memerintahkan bahwa untuk mensukseskan acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, para Kepsek diwajibkan untuk menyumbang uang sebesar, untuk PAUD terdiri dari TK dan KB sebesar Rp80.000,- SD Rp150 ribu, SMP dan SMA sebesar Rp375 ribu.  “Uang yang dipunggut itu alasannya untuk pelantikan Bupati dan Wakil Bupati,” ungkap beberapa orang guru kepada awak media.

Adanya pungli dilakukan oknum Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota itu, tidak ditampik oleh Kepala UPT Pendidikan Kecamatan dan Ketua IGTK.  “ Dasar pungutan itu berawal dari hasil rapat dengan Dinas Pendidikan bersama beberapa kepala sekolah, KB, PAUD, SD, SMP/MTsN dan SMA/MI, Kabid-kabid, UPT Pendidikan Kecamatan, Senin (15/2/2016) lalu di kantor Dinas Pendidikan,” ungkap pengawas TK/SD Dinas Pendindikan, sekaligus sebagai Ketua Ikatan Guru Taman-Kanak Limapuluh Kota, Zulfa. AM, kepada wartawan, via telepon genggamnya, Jum’at (19/2) sekaligus membenarkan adanya pungutan untuk seluruh sekolah tersebut.

“Jika seluruh sekolah sepakat memberikan uang tersebut maka jumlahnya sekitar Rp 87 juta. Kegunaan uang itu untuk kegiatan pisah sambut Bupati-Wakil Bupati,” “ujar Zulfa AM.

Pengakuan yang sama juga dilontarkan, Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Lareh Sago Halaban, Efimen. Menurutnya, uang yang dipungut dari seluruh sekolah itu kegunaannya untuk kegiatan pisah sambut Bupati-Wakil Bupati.

“Prosedur pungutan itu, dilakukan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), kemudian diserahkan kepada masing-masing UPT, setelah itu pihak UPT menyerahkan uang tersebut ke Dinas Pendidikan. Untuk sekolah yang ada di Kecematan Lareh Sago Halaban uang pungutan itu sudah terlaksana, “ aku Efimen.

WBA

Lebih Lengkap, Baca Fokus:

Edisi 12/Th. III/22-28 Februari 2016

Edisi 12/22 - 28 Februari 2016
Edisi 12/22 – 28 Februari 2016

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Momentum Harkitnas, Saatnya Kembali Bersatu

SPIRITSUMBAR.com – Lembaga  Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat melaksanakan upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ...