Beranda - Pendidikan - Artikel - Pelajaran Tematik di Sekolah Dasar
Lucila Sri Elmiati
Lucila Sri Elmiati

Pelajaran Tematik di Sekolah Dasar

Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Deffi Suryani ( Guru SDN. 06 Gunuang Rajo Batipuh Tanah Datar )

Seorang guru akan dapat menggerakkan segala potensi yang dimiliki oleh peserta didiknya ke arah yang lebih baik.

Kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru antara lain, membuat perencanaan pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didiknya.  Melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan dan dapat meningkatkan prestasi peserta didik dengan mengoptimalkan segala sumberdaya yang ada.

Bagi peserta didik yang duduk di kelas 1 sampai 6 pada sekolah dasar, pembelajaran dilaksanakan dengan pola tematik terpadu. Dalam pembelajaran tematik terpadu, peserta didik bukan hanya dituntut untuk menghafal konsep-konsep atau fakta belaka, tetapi mereka harus melakukan kegiatan untuk menghubungkan konsep-konsep agar menghasilkan pemahaman yang lebih utuh.

Peserta didik yang berada di sekolah dasar akan dapat mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi dengan objek, fenomena, pengalaman, dan lingkungan yang dilaluinya setiap hari. Baik itu di sekolah maupun di lingkungan tempat mereka tinggal.

Begitu kompleksnya materi yang akan disampaikan, diharapkan guru yang mengajar di sekolah dasar adalah guru yang memiliki multi kompetensi dalam membelajarkan peserta didik melalui pembelajaran tematik.

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan (mengintegrasikan dan memadukan) beberapa mata pelajaran. Sehingga melahirkan pengalaman nyata yang sangat berharga bagi peserta didik (Ibnu hajar, 2013).

Tema disini maksudnya adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi inti pembicaraan atau pembahasan dalam kegiatan pembelajaran.

Banyak keuntungan yang bisa didapat oleh guru dan peserta didik dengan menggunakan pembelajaran tematik terpadu. Antara lain, kegiatan pembelajaran lebih fokus kepada proses dari pada produk. Selain itu juga dapat mendorong kepercayaan diri dan kreativitas peserta didik dalam belajar.

Guru tematik adalah guru yang profesional. Sebelum mengadakan kegiatan belajar mengajar dengan tematik, guru harus merancang pembelajaran dengan tema-tema tertentu. Ia harus membahas tema-tema tersebut dari berbagai materi pelajaran yang tersedia.

Misalnya, tema diriku dapat dibahas melalui materi pelajaran IPA, Matematika, Seni budaya dan lain sebagainya.
Dalam menerapkan kurikulum 2013 dengan pola tematik terpadu di sekolah dasar, guru perlu memunculkan karakteristik tematik sebagai pembeda dengan pembelajaran lainnya.

Ada beberapa karakteristik kurikulum tematik diantaranya, pertama berpusat pada peserta didik. Kedua, memberikan pengalaman langsung. Ketiga, tidak terjadi pemisahan materi pelajaran secara jelas.

Keempat, menyajikan konsep dari berbagai materi pelajaran. Kelima, bersifat fleksibel. Keenam, hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik. Ketujuh, menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan. Kedelapan, mengembangkan komunikasi dengan peserta didik.

Kesembilan, mengembangkan kemampuan metakognisi peserta didik. Kesepuluh, lebih menekankan kepada proses dari pada hasil.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Pasal 39 (ayat 2) menyatakan, pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Jelaslah disini, agar seorang guru sukses dalam mengajar, harus memiliki tiga kemampuan utama.

Pertama, merencanakan proses pembelajaran. Kedua, melaksanakan dan mengelola proses belajar mengajar. Ketiga, menilai kemajuan proses pembelajaran yang telah dilakukannya.

Pembelajaran yang berbasis tematik terpadu membutuhkan konsep perencanaan yang matang dan pengorganisasian yang baik, karena akan mempengaruhi hasil yang didapat. Kegiatan pembelajaran yang berbasis pada kurikulum tematik sebenarnya adalah kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan secara serius, terarah, dan terukur, bukan secara asal-asalan.

Ada lima hal pokok yang harus dilakukan guru jika ingin mengadakan pembelajaran yang berbasis tematik terpadu. Pertama, memilih tema pelajaran dan caranya. Kedua, mengorganisasi tema. Ketiga, mengumpulkan bahan dan sumber. Keempat, merancang kegiatan dan proyek. Kelima, mendesain kegiatan pembelajaran.

Dalam implementasi pembelajaran, pembelajaran tematik juga tidak terlepas dari konsep standar proses sesuai dengan permendikbud nomor 65 tahun 2013 yang didalamnya terdapat tahapan pendahuluan, kegiatan inti dan penutup.

Penerapan pembelajaran tematik terpadu sangat penting bagi perkembangan kemampuan peserta didik di sekolah dasar, karena dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Dalam pembelajaran tematik pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran yang bersifat fleksibel yang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik. Sudah barang tentu guru tematik di sekolah dasar akan dapat mewujudkan semua itu secara profesional.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Merdeka Itu Amanah

Oleh : Efnita (Guru SMPN.3 Koto Salak) Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari ...