Beranda - Headline - Pasaman Barat Nyatakan Perang

Pasaman Barat Nyatakan Perang

Print Friendly

Spiritsumbar.com, Simpang Ampek – Sekretaris Daerah Pasbar Manus Handri hadiri resmi membuka kegiatan Seminar Perang Terhadap Penyalahgunaan Narkoba dan Radikalisme yang dilakukan di STAI Yaptip Pasaman Barat bertempat di Aula STAI-YAPTIP Sabtu, 6 Januari 2018.

Ia mengatakan dengan diselenggarakanya kegiatan seminar Perang Terhadap Penyalahgunaan Narkoba dan Radikalisme diharapkan mampu memberikan pengatahuan terkait penyalahgunaan Narkoba dikalangan masyarakat luas, terutama bagi generasi penerus bangsa.

“Katakan tidak pada narkoba karena sekali mencoba sama dengan masuk ke jurang neraka jahanam. Jadi, mari bersama – sama masyarakat dan generasi penerus bangsa jangan sekali – kali mencoba dengan namanya Narkoba. Hindari dan laporkan pada petugas aparat hukum, jika menemukan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan seminar Burhan Sikumbang  mengatakan kegiatan seminar diselenggarakan sebagai upaya Prefentif dalam mewujudkan generasi yang anti narkoba. Juga, memberikan pemahaman yang utuh tentang bagaimana seharusnya menjadi generasi muda muslim yang tidak mudah tergerus oleh ragam pengaruh negatif.

Ia menilai dengan maraknya peredaran narkoba di kalangan masyarakat sudah masuk kategori darurat Narkoba, telah menyentuh berbagai kalangan mulai akdemisi, politisi, masyarakat, mahasiswa,pelajar. Bahkan sampai kalangan bawah sudah banyak korbannya.

“Dengan niat dan kebersamaan semua pihak sebagai elemen masyarakat rasanya penting bagi kita untuk ikut memikirkan langkah-langkah memproteksi generasi muda. Agar mereka tidak menjadi generasi yang hilang tertelan oleh gelombang negatif,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjauhkan mereka dari pengaruh Narkoba serta tindak radikalisme yang justru mencoreng nilai-nilai Islam.

“Insya Allah Kegiatan Seminar Perang Terhadap Penyalahgunaan Narkoba dan Radikalisme selain ditingkat Perguruan tinggi , kegiatan tersebut juga diadakan di Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA/SMK, dengan slogan” Narkoba No Prestasi Yes”, ujar Burhan Sikumbang dihadapan peserta seminar.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)-Yaptip Pasbar Mita Fitria mengatakan kegiatan ini sangat bagus diselenggarakan karna Narkoba bisa dikatakan sudah kritis dan sudah selayaknya menjadi perhatian nomor satu khusunya di Pasaman Barat.

Selain seminar terkait penyalahgunaan Narkoba, lembaga pendidikan adalah tempat yang empuk dalam mengapus radikalisme  ke depannya.

Ia menjelaskan, dengan Tema “STAI-YAPTIP Pasaman Barat dan GPBAN Menjadi Garda Terdepan Dalam Memerangi Penyalahgunaan Narkoba dan Radikalisme Untuk Mewujudkan Masyarakat Pasaman Barat Yang Sehat dan Cerdas Tanpa Narkoba dan Radikalisme”

Ketua DPRD Pasbar H. Dalius. K pada kesempatan itu juga mengaspresiasi kegiatan penyuluhan bahaya narkoba dan radikalisme. “Apresiasi yang sebesar besarnya saya ucapkan kepada panitia dan Stai-Yaptip Pasbar yang telah menggelar acara  seminar perang terhadap narkoba dan radikalisme ini semoga dengan adanya kegiatan ini kedepan masyarakat, mahasiswa-mahasiswi dapat paham dengan bahaya narkoba serta radikalisme”

Pada kegiatan seminar tersebut dihadiri Kasat Narkoba Polres Pasbar AKP Alexyis Aubeyddilah, Ketua DPRD Kab.Pasbar H. Daliyus. K, Dandim 0305 Pasaman Letkol Arh Pri Isdiyanto, Ketua Stai-Yaptip Pasbar Mita Fitria, Sekretaris Daerah H. Manus Handri, ketua LSM LP3DRI Pasbar Burhan Sikumbang, Perwakilan Organisasi KNPI, Wakil Ketua Harian Organisasi KFPPI M. Ichsan beserta jajaran, serta ratusan mahasiswa/i Stai-Yaptip Pasbar. (B.Fajri)

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kegiatan KI Sumbar Tuntas

Spiritsumbar.com, Padang – Menjadi lembaga penerima dana hibah sebesar Rp1,5 miliar pada Perubahan APBD Sumbar ...