Beranda - Headline - Padang Tekan Kekerasan Anak Dengan Si Laras
Heryanto Rustam
Heryanto Rustam

Padang Tekan Kekerasan Anak Dengan Si Laras

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus ditekan di Kota Padang. Diharapkan tak ada lagi korban-korban dari berbagai kekerasan yang terjadi.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang Heryanto Rustam di Media Center Pemko Padang, Rabu (26/9/2018).

Heryanto mengatakan, dalam hal ini pihaknya bekerjasama dengan instansi dan stakeholder terkait sudah melakukan berbagai program dan upaya. Salah satunya pendirian Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Kemudian juga didukung pembentukan dan pengoptimalan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Padang disertai Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

“Kita akan terus menjemput bola dan bekerjasama dengan semua unsur untuk mengantisipasi hal ini. Sehingga diharapkan tak ada lagi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Padang,” imbuhnya.

Diungkapkannya, untuk kasus kekerasan di 2018 ini terhitung sampai akhir Agustus kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Padang masih tercatat di angka 28 kasus. Sehingga hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi DP3AP2KB ke depan.

“Sebagaimana diantaranya seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), eksploitasi, trafficking, penelantaran, bullying dan lain sebagainya,” cetusnya.

Ia menjelaskan, terkait itu pihaknya pun secara maksimal akan terus mengoptimalkan P2TP2A Kota Padang dan PATBM. Sebagaimana P2TP2A merupakan pusat kegiatan terpadu yang menyediakan layanan bagi masyarakat terutama perempuan dan anak untuk tindak kekerasan.

“P2TP2A adalah wahana operasional untuk mewujudkan pemberdayaan perempuan melalui berbagai layanan fisik, informasi, rujukan, konsultasi dan peningkatan keterampilan serta kegiatan-kegiatan lainnya,” sebut dia.

Heryanto mengatakan, tujuan P2TP2A ini seperti memberikan pendampingan kepada perempuan korban kekerasan, membantu mencegah timbulnya kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengembangkan kemitraan dan jaringan kerjasama dengan LSM dan organisasi terkait serta menyediakan tempat pengaduan, pencatatan administrasi dan membuat kronologis kasus.

“Layanan yang diberikan yaitu menerima pengaduan dan pencatatan korban, melakukan konseling awal untuk membantu korban mampu memetakan persoalan dan memilih solusi serta memberikan layanan rumah aman bagi korban yang terancam jiwanya,” ujarnya.

Selanjutnya : PATBM, Upaya Tingkatkan Peran Masyarakat

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pemkab Muara Enim belajar e-warung

Muara Enim Pelajari e-Warung Pemko Padang

SPIRITSUMBAR.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menjadi acuan bagi pemerintah daerah di Indonesia. Kali ...