Beranda - Headline - Padang Panjang Raih WTP ke 4
Kesibukan di Balaikota Padang Panjang (foto Yetti Harni)
Kesibukan di Balaikota Padang Panjang (foto Yetti Harni)

Padang Panjang Raih WTP ke 4

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Padang Panjang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang kembali meraih opini penghargaan; Wajar Tanpa Catatan (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait hasil pemeriksaan atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 kota kecil tersebut.

Ini pertama untuk masa kepemimpinan Fadly Amran. Penghargaan yang sama pernah diterima Pemko Padang Panjang tahun 2013 dan 2014 di masa kepemimpinan Suir Syam, serta tahun 2017 saat Walikota dijabat Hendri Arnis.

Penghargaan WTP atas kinerja pemerintahan pada 2018 itu, seperti disampaikan oleh Sekretaris/Plt.Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Panjang, Ampera Salim beberapa hari lalu, diterima oleh Wakil Walikota, Asrul, dari Sekjen Perbendaharaan Kementrian Keuangan, Regina Maria Wiwieng Handayaningsih di Padang pada 21/10/2019.



Terkait keberhasilan itu, pasangan Walikota Fadly Amran – Wawako Asrul sangat bersyukur. Sebab, perolehan opini WTP dari BPK adalah bukti konkrit bahwa pelaksanaan APBD 2018 berjalan baik sesuai aturan berlaku oleh Pemko Padang Panjang dan jajarannya serta stakeholders.

Artikel Lainnya

loading…


Anugrah WTP itu juga sejalan dengan poin pertama dari sekitar 30 program unggulan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) tahun 2018-2023 pemerintahannya, yakni kota yang bersih dan terbebas dari korupsi.

Perolehan opini WTP ini tentu hasil kerja kolektif. Karena itu, Walikota Fadly juga berterima kasih kepada jajarannya, mulai dari Sekda, asisten, staf ahli, inspektur, kepala badan, kepala dinas, camat, lurah serta staf dan stakeholders.

Seiringan dengan diterimanya penghargaan WTP, Walikota mengharapkan seluruh jajarannya untuk terus berupaya meningkatkan kinerjanya dengan baik sesuai aturan berlaku..(yetti harni).

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Maju di Pilgub Sumbar, Irjen Fakhrizal Trending Topics di RDP

Kapolri : Harus Diganti, Itu Obatnya SpiritSumbar.com, Jakarta – Majunya Irjen Pol Fakhrizal sebagai Bakal ...