Beranda - Pariwisata - Event - Padang Panjang Peringati HDI ke 27
Hari Disabilitas (ilustrasi)
Hari Disabilitas (ilustrasi)

Padang Panjang Peringati HDI ke 27

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Padang Panjang – Pengurus Harian PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia) Cabang Kota Padang Panjang kini sedang “jungkir balik’ mempersiapkan rangkaian acara peringatan Hari Disabilitas Internasional ke 27/ 2019.

Ada banyak kegiatan yang akan digelar bagi ratusan penyandang disabilitasi di kota Serambi Mekah itu, ujar Ketua panitia pelaksana, Era Sofia didampingi sekretaris Refyul Farti dan Alvin Nur Akbar, kepada The Public (Grup Spirit Sumbar). Diantaranya lomba mewarna, lomba melukis, lomba menari, lomba pawai baju saisuak, dan pakaian bertemakan ”Impianku”.

Pola lomba mewarna bagi murid TKLB dan lomba melukis bagi murid SDLB tidak digelar pada satu titik lokasi seperti jamaknya lomba mewarna selama ini. Tapi bertetapan tanggal 30 November, kakak kakak relawan pergi menyambangi sekolah inklusi yang ada dan membawakan kertas gambar serta pensil warna.



Mereka mewarna dan melukis ditunggui para relawan/panpel. Kalau siap karya dikumpulkan lalu dibawa dan digabung dengan sekolah lain untuk dinilai. Pemenang diumumkan pada acara puncak di gedung M. Syafei tanggal 3 Desember 2019.

Yang tak kalah menariknya pada perayaan HDI tahun ini juga ada pameran karya murid inklusi, penampilan seni dan kreasi disabilitas, pawai cita cita disabilitas serta deklarasi Padang Panjang sebagai Kota Ramah Disabilitas.




Untuk diketahui, dunia memperingati Hari Disabilitas Internasional tiap tanggal 3 Desember sejak tahun 1992 untuk memberi dukungan dan perhatian kepada perlindungan dan pemenuhan hak hak penyandang disablitas. Di Indonesia sendiri komitmen pelaksanaan ini terwujud dengan lahirnya UU No.8/2016 tetang penyandang disabilitas.Ada 24 hal disabilitas yang diatur. (Yetti Harni)



loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Irdinansyah : Direktur PDAM Harus Bisa Bikin Terobosan

SpiritSumbar.com, Tanah Datar – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alami merupakan salah satu perusahaan ...