Minggu , 18 November 2018
Beranda - Headline - Padang Banjir, Jembatan Baringin Kembali Putus

Padang Banjir, Jembatan Baringin Kembali Putus

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, telah menyebabkan banjir di sejumlah titik, Jumat, 2 Nopember 2018 sore.

Bahkan,, Jembatan Baringin, Kelurahan Taratang, Kecamatan Lubuk Kilangan, kembali ambruk oleh banjir. Padahal Jembatan tersebut baru saja selesai diperbaiki melalui CSR Semen Padang.

Baca : Jembatan Dibangun, Masyarakat Beringin Bisa Tersenyum

Melalui akun twitter, Humas Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho  memperlihat sebuah potongan video detik detik ambruknya jembatan Baringin yang dihantam banjir dahsyat .

Namun video yang lebih panjang juga disebarkan melalui media sosial oleh warganet. Dalam video itu, juga terdengar kecemasan warga, karena jembatan yang ambruk akan menghantam jembatan gantung yang ada di bagian hilir.

Selain itu, banjir juga meredam Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Barat. Malahan, di lokasi ini banjir juga nyaris tergenang sampai ke atas jembatan jalan raya dan rel kereta api. Ratusan rumah warga juga terendam air.

Albert yang memiliki kantor di lokasi tersebut mengaku, belum pernah banjir mencapai setinggi tersebut. “Walau berada di dekat bantaran Sungai Banda Bakali, namun kawasan tersebut belum pernah terendam banjir,” ujarnya sambil terus memantau kenaikan debit banjjir.

Ini Video banjir di Alai Parak Kopi

Sementara, di Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung. Ratusan rumah juga terendam banjir akibat meluapnya Batang Harau.  Kawasan yang terparah adalah RT 03 RW 2 Belakang Masjid Al Muhajirin dan SDN 35 Banuaran.

Camat Lubuk Begalung, Rosail Akhyari yang langsung turun ke lokasi bencana mengaku, banjir kali ini merata di sepanjang aliran Batang Harau dan Batang Jirak. Menurutnya, daerah daerah yang terendam banjir akibat meluapnya Batang Jirak dan Batang Harau adalah Kelurahan Banuaran, Gurun Laweh, Koto Baru dan Batung Taba. Selanjutnya,  Tanjung Saba Pitameh, Kampung Baru, Tanah Sirah dan Piai.

Rosail Akhyari menambahkan, banjir juga disebabkan oleh buruknya drainase. Perumahan yang terendam akibat drainase diantaranya Perumahan Arai Pinang, Malindo dan Pegambiran. “Banjir telah merendam ribuan rumah. Kita masih melakukan pendataan. Namun sampai saat ini, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar camat yang selalu turun ke lapangan membantu korban bencana. (Salih)

 

 

 

 

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Anggaran Dewan Pers Dipangkas Bakal Perpendek Umur Media Cetak

SPIRITSUMBAR.com – Anggaran Dawan Pers yang selama ini dialokasikan lewat APBN mengalami pengurangan dari usulan ...