Beranda - Bisnis - Pacu Pendapatan RSUD Padang Panjang
Diskusi di PWI Padang Panjang...
Diskusi di PWI Padang Panjang.

Pacu Pendapatan RSUD Padang Panjang

Print Friendly, PDF & Email

Solusi  Kembangkan Layanan Penunjang

SPIRITSUMBAR.com, Padang Panjang – Meski kriteria penilaian bertambah dari 15 jadi 16, RSUD Padang Panjang diproyeksikan akan dapat lagi akreditasi Paripurna tahun ini. Di sisi pendapatan, juga bakal ada peningkatan, meski belum signifikan. Untuk bisa memacu pendapatan, perlu inovasi lewat pengembangan layanan penunjang.

Itulah di antara informasi yang mengemuka pada diskusi wartawan PWI di Padang Panjang dengan Direktur RSUD kota itu, Ardoni didampingi Kabag TU-RSUD, Rudi Suarman dan Kabag Keuangan RSUD, Istopet di ruang Sekretariat PWI Perwakilan setempat, Rabu (11/9/2019) pekan lalu.

Optimis Ardoni; RSUD Padang Panjang bisa dapat akreditasi paripurna di 2019 ini, karena obyek penilaian pada perolehan akreditasi paripurna pertama 2017 umumnya terpertahankan. Bahkan, ada yang meningkat. Kritria tambahan, yakni pembayaran layanan medis di RSUD minimal 95 % pakai kartu BPJS, juga tercapai.



Terkait pendapatan tahun 2019 ini, ditarget naik sedikit ke Rp 52 milyar. Jumlah itu bisa mengatasi biaya (belanja) operasional dan pemeliharaan plus pembangunan skala kecil di RSUD. Itu belum masuk gaji pegawai ASN di RSUD yang dibayar dari dana pusat. Jika masuk gaji pegawai, total belanja Rp 60 milyar lebih pertahun.

Artikel Lainnya

loading…


Sedang untuk memacu peningkatan pendapatan RSUD Padang Panjang dari pelayanan yang ada kini yakni sangat dominan layanan medis, makan-minum pasien dan kamar rawat sekarang, Ardoni mengakui peluangnya tidak banyak. Lagian, pembayaran dengan kartu BPJS, tidak semua biaya tadi bisa diklaim ke BPJS.

Contoh, pelayanan medis yang tidak bisa dibayar oleh BPJS itu, pasien pemegang kartu BPJS yang masuk ke RSUD tanpa rujukan dari Puskesmas. Padahal sisi lain sesuai Perda, kedatangan pasien tanpa rujukan dari Puskesmas tadi harus tetap dilayani oleh RSUD kota ini. Praktis itu jadi layanan gratis.

Berikut, ada penyakit yang menurut BPJS belum termasuk bisa dibayar, seperti demam dengan panas di bawah 41. Pada sisi lain, sebagian warga Padang Panjang ada yang tetap minta dirujuk dari Puskesmas ke RSUD. Petugas di RSUD pun sulit menolak. Alhasil, layanannya juga jadi gratis.

Model kasus lain, ada jenis penyakit yang menurut BPJS dibatasi waktu pelayanannya. Di sisi lain, pihak RSUD kota ini ada kalanya pelayanan belum bisa dihentikan. Baik itu, karena pasien terlihat belum cukup sembuh, atau karena enggan pulang lantaran belum merasa sembuh. Kelebihan waktu pelayanan tadi juga jadi gratis.

Melihat kondisi itu, wartawan bertanya; untuk memacu pendapatan, apa tidak sebaiknya di RSUD Padang Panjang segera dikembangkan layanan penunjang.

Sebab, kunjungan di RSUD ini belakangan mendekati 90.000 jiwa. Itu belum masuk penunggu pasien, pembezuk, studi banding, pegawai RSUD dan lainnya.

Di antara layanan penunjang itu, seperti jasa laundry untuk pakaian pasien dan penunggunya; jasa facial bagi pasien yang akan pulang; jasa titipan anak bagi pasien, penunggu/pembezuk, dan pegawai RSUD yang punya anak balita; kursi pijat dan peralatan senam ringan.

Berikut, penyediaan ruang bisnis centre disewakan ke bebeapa dunia usaha terkait. Satu lagi, penyedian jasa penginapan (hotel) bekerjasama dengan swasta untuk keluarga pasien yang menunggu lebih dari 1 orang, atau pembezuk dari jauh yang kemalaman. Semua layanan penunjang tadi ditawarkan secara sukarela.

Tanggapan Ardoni atas saran solusi tadi, itu sebuah masukan berarti untuk jadi pemikiran dalam upaya percepatan kemajuan RSUD Padang Panjang.(yetti harni)



Video Pilihan : Jenazah Warga Sumbar Korban Wamena

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dua dari tiga pelaku Narkoba di Dharmasraya

Dalam Satu Malam, Polres Dharmasraya Cokok Tiga Pengedar Narkoba

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Dalam satu malam, tiga orang pemuda diduga pemakai dan pengedar narkoba di ...