Beranda - Kota Padang - Orang Tua Asuh: Anggap Personil TNI Seperti Anak Sendiri
Ana (42) salah satu orang tua asuh Satgas TMMD 97 di Kampung Tanjung Kandis, Kenagarian Taluak Tigo Sakato, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan membantu mencuci dan menjemurkan pakaian personil TNI yang tinggal di rumahnya (foto Niko – Spirit Sumbar).
Ana (42) salah satu orang tua asuh Satgas TMMD 97 di Kampung Tanjung Kandis, Kenagarian Taluak Tigo Sakato, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan membantu mencuci dan menjemurkan pakaian personil TNI yang tinggal di rumahnya (foto Niko – Spirit Sumbar).

Orang Tua Asuh: Anggap Personil TNI Seperti Anak Sendiri

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Para ibu rumah tangga dari keluarga miskin tidak lagi canggung dengan para tentara. Malahan, kehadiran TNI yang tergabung dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-97 di Kampung Tanjung Kandis, Kenagarian Taluak Tigo Sakato, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, seperti berkah bagi mereka.

Ana (42) yang merupakan orang tua asuh dari personil TNI yang tergabung dalam satuan tugas TMMD ke-97 malah menganggap prajurit gagah berani, intelektual dan berwawasan tersebut seperti anak kandung sendiri.

Perihal ini terjadi karena telah terbangunnya hubungan emosional yang baik antara mereka.”Saya sudah menganggapnya sebagai anak saya sendiri, sayapun menyayanginya seperti anak kandung saya sendiri, diantara kami tak ada yang disembunyi-sembunyikan. Saya bercerita apa adanya kepada mereka yang menginap di rumah saya,” ungkap Ana, Jumat, 30/9/2016.

Tak dipungkiri, di lokasi TMMD, terlihat saling seiya dan sekata, antara orang tua asuh dengan prajurit. Sebelum apel, baju tentara berwarna loreng yang sudah dicuci, dijemur oleh orang tua asuh.

Selaku pemilik rumah, Ana tidak pilih kasih. Meskipun secara biologis personil TNI itu bukan anak kandungnya, namun kalau urusan cuci mencuci baju kotor, adalah rutinitas kesehariannya. “Kalau ada baju yang kotor, saya cuci. Ya, saya benar-benar anggap mereka bagian dari kelurga saya,” katanya.

Dandim 0311 Painan, Pesisir Selatan, Letkol Inf Setiya Asmara, mengungkapkan hubungan emosional yang sudah terjalin erat itu juga merupakan bukti bahwa TNI bukan seseorang yang harus ditakuti warga selama ini.

Keakraban dan kedekatan tersebut, adalah cikal bakal masyarakat bisa menyatu dengan TNI. Kehadiran mereka pun akan membawa perubahan terhadap keluarga orang tua asuh. Baik cara berpikir, karakter maupun penerapan hidup disiplin dalam kehidupan.

“Mereka yang berasal dari rakyat biasa juga berperan dalam tugasnya untuk membantu masyarakat. Terlepas dari ketertinggalan keterisoliran, dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tukas Dandim 0311 Painan Pesisir Selatan, Letkol Inf Setiya Asmara.

NIKO

Cover Edisi 22 (Terbit Setiap Senin)
Cover Edisi 22 (Terbit Setiap Senin)
loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Walikota Padang Mahyeldi bersama Anggota DPR RI Asli Chaidir pada acara alumni SMPN 11

Sekolah Harus Mampu Gali Potensi Alumni

SPIRITSUMBAR.com – Pendidikan di Kota Padang haruslah menjadi yang terbaik. Bukan hanya terbaik di tingkat ...