Minggu , 15 Desember 2019
Beranda - Headline - Nurnas : Jembatan Butuh Perawatan Berkala
H. M. Nurnas
H. M. Nurnas

Nurnas : Jembatan Butuh Perawatan Berkala

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com – Jembatan yang ambruk akibat banjir di jalan lintas Padang – Bukittinggi di wilayah Kayu Tanam harus segera ditangani.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Padang Pariaman, H. M. Nurnas meminta pembangunan jembatan darurat harus selesai dalam waktu paling lama sepuluh hari.

“Jalur ini merupakan jalur utama, harus segera ditangani. Palin lambat sepuluh hari jembatan darurat sudah harus selesai,” kata Nurnas.

Nurnas juga mengingatkan pihak terkait untuk membuat perencanaan yang matang dan melakukan evaluasi. Jembatan rusak tidak hanya karena konstruksi jembatan yang rapuh tetapi juga harus diperhitungkan kondisi sungainya.

“Perhatikan juga sungainya, karena ini disebabkan air bah, harus diketahui apa yang terjadi di hulu sungai sehingga hal itu terjadi,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Nurnas, ketika jembatan sudah dibangun harus pula melakukan perawatan berkala sesuai standar. Evaluasi perlu dilakukan agar bisa diantisipasi sebelum terjadi.

Selain itu, pemerintah juga harus memikirkan bagaimana membuat jalan tidak satu poros sehingga arus lalulintas tidak tertumpu pada satu jalur.

Seperti diketahui, jembatan di jalan lintas Padang – Bukittinggi di Sungai Kalu Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman ambruk, Senin (10/12/2018) sore. Jembatan tersebut berada pada ruas jalur utama karena juga merupakan akses ke provinsi tetangga.

Untuk sementara ini, arus lalulintas Padang – Bukittinggi dan sebaliknya dialihkan melewati jalan arah ke Kabupaten Solok melalui Ombilin dan ke Kabupaten Agam melalui Malalak dan Maninjau.

Selain itu, untuk kendaraan bermotor roda dua dan minibus ukuran kecil bisa melewati jalur alternatif namun tidak untuk kendaraan besar seperti truk dan bus serta kendaraan berat.

loading...

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Semen Padang ke Liga 2, Pelatih Minta Maaf

SpiritSumbar.com, Semarang – Upaya Semen Padang FC untuk  meraih poin  penuh pada laga sisa dikandaskan ...